BUKAMATA, MAKASSAR - Pihak Dinas Perhubungan Kota Makassar masih menemukan sejumlah pengendara yang kerap melawan arus lalulintas dibeberapa titik Kota Makassar.
Aksi melawan arus dianggap salahsatu tindakan yang mengacaukan aliran lalulintas sehingga bisa menyebabkan kemacetan di jalanan.
Meski sudah ada aturan yang mengancam dengan hukuman penjara, namun masyarakat masih saja melakukan pelanggaran melawan arus yang kadang memicu konflik dengan pengendara lainnya
"Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1)," demikian bunyi aturan bagi pengendara yang melanggar melawan arus lalulintas.
BERITA TERKAIT
-
Wali Kota Munafri Tekankan Profesionalisme dan Kekompakan Dishub Makassar Lewat Family Gathering
-
Pimpin Apel Dishub, Wali Kota Makassar Ingatkan Etika Bertugas di Lapangan
-
Dishub Kota Makassar Gelar Apel Pagi dan Berikan Bantuan untuk Petugas Korban Insiden Demo
-
Dishub Makassar Unggah Rute Bus Sekolah Gratis, Orang Tua dan Pelajar Kini Lebih Mudah Mengakses Informasi
-
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Transit Akhir Pelayaran KJK 2025, Wali Kota Sambut Audiensi TNI AL