Hikmah
Hikmah

Sabtu, 21 Oktober 2023 14:33

Gara-gara Awan Tipis, Upaya Rekayasa Hujan Pemprov Sulsel Gagal

Gara-gara Awan Tipis, Upaya Rekayasa Hujan Pemprov Sulsel Gagal

"Saya juga sudah melakukan upaya rekayasa hujan sebulan terakhir, awan kita tipis. Artinya tidak bisa dilakukan rekayasa (hujan)," kata Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin beberapa waktu lalu.

MAKASSAR,BUKAMATA - Kekeringan masih melanda Sulawesi Selatan (Sulsel). Kemarau panjang membuat masyarakat kesulitan air bersih.

Pemprov Sulsel sendiri telah melakukan rekayasa hujan. Hanya saja, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga hujan belum bisa mengguyur.

"Saya juga sudah melakukan upaya rekayasa hujan sebulan terakhir, awan kita tipis. Artinya tidak bisa dilakukan rekayasa (hujan)," kata Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin beberapa waktu lalu.

Untuk jangka pendek, pihaknya menyiapkan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp7 miliar untuk membangun sumur bor di sejumlah titik untuk membantu masyarakat.

"Makassar itu sudah mulai, kami melakukan sumur bor. Saya sendiri juga telah mengeluarkan BTT, saya keluarkan uang BTT, saya kerjasama dengan TNI untuk membuat sumur bor," jelas Bahtiar.

Sekadar informasi, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari BMKG Makassar, bahwa secara umum wilayah Sulsel diprakirakan memasuki musim hujan pada November - Desember 2023, dengan puncak musim hujan pada Bulan Januari dan April 2024.

"Laporan BMKG, pada Bulan Oktober 2023 ini, curah hujan diprakirakan antara 0 - 400 mm. Daerah dengan intensitas curah hujan sangat tinggi terjadi di wilayah Luwu Utara dan sebagian kecil Pangkep," kata Arsjad, Jumat, 6 Oktober 2023.

Meski secara umum kemarau panjang akan berlangsung lebih lama lagi, hingga pekan kedua November 2023, Arsjad mengimbau agar masyarakat tidak panik. (Abdul Mugni)

Penulis : Abdul Mugni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Rekayasa hujan #Kekeringan #Pemprov Sulsel