Hikmah : Jumat, 20 Oktober 2023 11:09

BUKAMATA - Bank Indonesia mengumumkan serangkaian kebijakan baru guna memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Berbagai strategi operasi moneter yang baru dirancang, termasuk intervensi di pasar valas pada transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain itu, Bank Indonesia telah memperkuat strategi operasi moneter dengan optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen pro-market.

Penerbitan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) juga menjadi langkah terbaru yang bertujuan untuk mendalami pasar uang dan menarik portfolio inflows, dengan memanfaatkan aset surat berharga dalam valuta asing yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying.

"Kami percaya langkah-langkah ini akan meningkatkan stabilitas ekonomi nasional di tengah perubahan global yang cepat. Kami tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengontrol inflasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan." kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. 

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia juga telah memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial longgar. Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) telah diperkuat untuk mendorong kredit perbankan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk sektor hilirisasi, perumahan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, KUR, dan sektor hijau.

Pemerintah juga memutuskan untuk melanjutkan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit/pembiayaan properti, serta pelonggaran ketentuan uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor. Langkah-langkah ini diambil dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Bank Indonesia juga mengumumkan pelonggaran likuiditas dengan penurunan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) untuk bank umum konvensional dan syariah, memberikan fleksibilitas pengelolaan likuiditas oleh perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan serta mendorong pendalaman pasar keuangan.

Dalam upaya mendalami kebijakan transparansi, Bank Indonesia mengambil langkah untuk mendorong pendalaman kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan fokus pada suku bunga kredit per sektor ekonomi.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan stimulus positif bagi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang berkelanjutan.