Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Ridwan Wittiri Tekankan Pemutakhiran Data Bansos
01 Februari 2026 17:46
Namun, di tengah peringatan evakuasi ini, sebagian besar masyarakat Gaza menolak untuk pindah dan memilih untuk tetap tinggal di tanah air mereka.
BUKAMATA - Ketegangan terus meningkat di Gaza utara ketika Israel meminta lebih dari satu juta warga Palestina untuk mengungsi ke wilayah selatan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Dalam pernyataan terbaru, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan rencana balas dendam terhadap serangan milisi Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu.
Menurut laporan dari Reuters, puluhan ribu warga Gaza telah mematuhi perintah evakuasi dan bergerak ke wilayah selatan, sementara sekitar 400 ribu orang lainnya telah mengungsi beberapa hari sebelumnya sebagai respons terhadap gempuran militer Israel.
Namun, di tengah peringatan evakuasi ini, sebagian besar masyarakat Gaza menolak untuk pindah dan memilih untuk tetap tinggal di tanah air mereka. Sebuah masjid di wilayah tersebut bahkan menyiarkan pesan yang mengajak warga untuk mempertahankan rumah dan tanah mereka.
Tak hanya itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya juga telah memperingatkan tentang potensi bencana yang dapat terjadi jika evakuasi dilakukan secara besar-besaran.
Mereka mendesak pencabutan blokade agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke wilayah tersebut.
Namun, situasinya semakin rumit karena blokade yang diberlakukan oleh Israel dan penolakan dari Mesir untuk membuka perbatasan dengan Gaza. PBB menekankan bahwa upaya evakuasi besar-besaran dalam waktu singkat akan membawa konsekuensi kemanusiaan yang parah bagi warga sipil.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengungkapkan keprihatinannya atas kemungkinan pemindahan paksa yang dapat menyerupai peristiwa tragis pada tahun 1948 di mana ratusan ribu warga Palestina terusir dari tanah air mereka.
Situasi di Gaza saat ini semakin tegang, dengan masyarakat yang bersikeras untuk tetap tinggal di tanah air mereka meskipun dalam ancaman evakuasi. Dengan kondisi yang semakin rumit, upaya diplomasi dan penyelesaian damai menjadi semakin penting guna mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46