PALOPO, BUKAMATA - Dampak kekeringan masih terasa. Bahkan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah terjadi kebakaran lahan sebanyak 21 kali selama September 2023.
"Sebelas kasus September dan 10 kasus Oktober sementara sampai hari ini, semua kebakaran lahan," kata Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Jaka Shadly, Rabu, 11 Oktober 2023.
Dengan begitu, pihaknya pun membangun sejumlah pos yang di lokasi yang menjadi titik rawan terjadi kebakaran lahan.
"Ada tiga pos. Pertama Pos Sektor Timur di Kantor Kecamatan Wara Timur. Kemudian Pos Sektor Utara sementara di Kantor Dinas PU, dan Pos Komando di Kantor Damkar jalan Pongsimpin," jelasnya.
Sejumlah armada dan personel pun dikerahkan untuk siap siaga bila kebakaran kembali melanda Kota Palopo.
"Ada 8, mobil pompa 6 unit, mobil rescue 1 unit, mobil suplai 1 unit dan jumlah pesonil ada 58 orang," ungkapnya.
Di samping itu, Jaka meminta masyarakat untuk turut berperan mengantisipasi terjadinya kebakaran dengan tidak bermain api.
"Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan kita dengan mengurangi aktivitas yang bisa menimbulkan api," pinta Jaka. (*)
BERITA TERKAIT
-
Di Tengah Kekeringan, PLN SEJUK Hadirkan Air Bersih untuk Warga Allu Tarowang
-
Pemprov Sulsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Maros
-
Bupati Jeneponto Pimpin Rapat Forkopimda, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau
-
Setiap Tetes Berarti: Polisi di Selayar Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga di Tengah Kemarau
-
Gaza Kekeringan, Indonesia Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk 500 Keluarga Terdampak Perang