Hikmah
Hikmah

Jumat, 06 Oktober 2023 20:43

Motif Cemburu Picu Pembantaian Satu Keluarga di Gowa

Motif Cemburu Picu Pembantaian Satu Keluarga di Gowa

Tragedi mengerikan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, di mana satu keluarga tewas dibantai oleh enam pria. Motifnya adalah cemburu terkait hubungan poliandri.

GOWA,BUKAMATA - Satu keluarga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan inisial AB (60), FS (22), dan SU (40) harus merasakan akhir tragis saat mereka tewas dalam serangan brutal yang dilakukan oleh enam pria.

Polisi menduga motif di balik pembunuhan ini adalah cemburu, yang berakar dari hubungan poliandri yang berlangsung selama tiga tahun.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar, mengungkapkan bahwa pelaku utama, berinisial HL (60), tidak dapat menerima kenyataan bahwa istrinya menikah siri dengan korban FS. Poliandri ini telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun.

"Poliandri tersebut telah berlangsung selama kurang lebih 3 tahun yang lalu, pada bulan Juni 2020," ungkap Bahtiar.

Bahtiar menekankan bahwa pernikahan siri ini disetujui oleh HL sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, HL mulai merasa cemburu terhadap perilaku istrinya terhadap suami keduanya.

"Pelaku utama tahu bahwa istrinya menikah lagi, bahkan atas persetujuannya sendiri. Namun sekarang ini, ia merasa cemburu, yang akhirnya menyebabkan sakit hati dan penyerangan dilakukan," jelas Bahtiar.

Pada tanggal 1 Oktober, HL bersama dua anaknya, MH (23) dan HM (28), serta dua rekan mereka, inisial I (18) dan S (19), melancarkan serangan terhadap korban dan keluarganya.

"Para pelaku tiba di tempat kejadian perkara dan langsung melakukan penyerangan, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Sedangkan satu pelaku lainnya, inisial MT (54), berencana membawa keluar kelima pelaku setelah melakukan kejahatan," jelas Bahtiar.

Kapolda Sulsel, Irjen Setyo Boedi Moempuni, menambahkan bahwa dari keenam pelaku, lima di antaranya terlibat langsung dalam pembunuhan, sementara MT (54) hendak membawa kabur kelima pelaku setelah tindakan kejahatan mereka.

"MT adalah pekerja wiraswasta. Perannya adalah merintangi penyidikan dengan membawa pelaku kabur ke Kota Palu, Sulawesi Tengah," jelas Setyo.

Setyo menegaskan bahwa pelaku utama, HL, juga membawa dendam terhadap korban FS, yang merupakan suami kedua istrinya. Dendam ini muncul setelah istrinya menikah lagi dengan FS.

"Motifnya adalah dendam. Pelaku merasa dendam karena korban FS dan istrinya telah menikah secara rahasia," tambahnya.

Pembunuhan ini terjadi pada Minggu, 1 Oktober, di Dusun Panjuang, Kecamatan Bajeng Barat, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 01.18 Wita. Keenam pelaku, dengan inisial HL (60), MH (23), HM (28), I (18), S (19), dan MT (54), telah ditahan setelah diidentifikasi sebagai tersangka.

Para pelaku menggunakan senjata tajam dalam tindakan kekerasan ini, yang mengakibatkan kematian korban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#pembunuhan di gowa