MAROS, BUKAMATA - Air baku di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PDAM Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah sangat kering.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir.
“Kondisi ini sudah berlangsung selama sepekan, saat ini kondisinya kering akibat sumber air baku kita yang juga menyusut,” katanya.
Pihaknya memiliki tempat penyimpanan air yang kini hanya bisa difungsikan satu jam saja. Itu tak lepas dari dampak kekeringan ini.
“Kita melihat kondisinya, memang masih ada air masuk. Tapi untuk menunggu reservoir penuh memakan waktu 3-4 hari baru bisa dinyalakan lagi mesinnya untuk menyuplai air dan itu hanya bisa bertahan 1 jam saja,” ujarnya.
IPAL PDAM Mandai ini pun tidak bisa menyalurkan air bersih melalui 6.614 pipa yang tersambung untuk disalurkan ke masyarakat. Chaidir Syam berharap agar kondisi ini tidak berlangsung lama dan hujan segera turun.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pengedar Sabu 'Jaringan Tempel' di Perumahan Mewah Maros Dibekuk Polisi, 21 Paket Siap Edar Diamankan
-
Kabupaten Maros Raih Penghargaan Nasional untuk Program Literasi Keuangan Terbaik
-
Bupati Maros Gelar Retret Kepemimpinan untuk 80 Kepala Desa, Perkuat Disiplin dan Kapasitas Ujung Tombak Pemerintahan
-
Dibantu Resmob Polda Sulsel, Satgas Rutan Makassar Tangkap Tahanan Kabur
-
Kabupaten Maros Kembali Jadi Tuan Rumah Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan 2024