MAKASSAR,BUKAMATA - Pada bulan September 2023, terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 2,33 persen di Sulawesi Selatan.
Angka tersebut diambil dari gabungan inflasi lima kota perwakilan yaitu Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare, dan Palopo dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 115,89.
Secara tahunan, Makassar mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 2,49 persen, sementara Palopo mencatatkan inflasi terendah sebesar 1,22 persen.
Kepala BPS Sulsel Aryanto mengatakan, beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi year on year pada September 2023 antara lain beras, rokok kretek filter, emas perhiasan, angkutan udara, bawang putih, kontrak rumah, ikan layang/ikan benggol, rokok putih, ikan bakar, dan tempe.
Deflasi MtM
Meskipun inflasi year on year mengalami peningkatan, pada bulan September, terjadi deflasi secara month to month (mtm) sebesar 0,06 persen.
Deflasi ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang signifikan pada beberapa kelompok, seperti makanan, minuman, tembakau, perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga, perlengkapan, peralatan, pemeliharaan rutin rumah tangga, dan transportasi.
Namun, beberapa kelompok seperti pakaian, alas kaki, kesehatan, informasi, komunikasi, jasa keuangan, rekreasi, budaya, olahraga, pendidikan, penyediaan makanan, minuman, perawatan pribadi, dan jasa lainnya mengalami kenaikan indeks harga.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,99 Persen, Peringkat 10 Nasional
-
Inflasi Sulsel 4,11 Persen, Wagub Dorong Intervensi Terukur
-
Inflasi Dibawah Nasional, Pengamat Ekonomi: Bukti Kebijakan Pemprov Sulsel dalam Stabilitas Harga
-
Beras, Rokok, dan Transportasi Jadi Komoditas Utama Penyumbang Inflasi di Sulsel
-
Inflasi Sulsel Januari 2023 Lampaui Nasional, Makassar Tertinggi