Hikmah : Kamis, 14 September 2023 15:55

BUKAMATA - Bencana banjir yang melanda kota Derna, Libya, diperkirakan telah menewaskan ribuan orang dan menghanyutkan banyak lainnya ke laut. Pejabat setempat menduga jumlah korban bisa mencapai 20.000 orang, meskipun angka pasti masih sulit dihitung karena kompleksitas operasi penyelamatan dan pergeseran politik di Libya.

Banjir tersebut disebabkan oleh badai kuat yang melanda kota tersebut, memicu luapan sungai yang jarang berair. Dams-dams di atas kota tersebut pun pecah, menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Derna. Gedung-gedung bertingkat runtuh dengan keluarga yang masih berada di dalamnya.

Pejabat Libya melaporkan berbagai angka kematian. Kepala departemen kesehatan di pemerintah otonom wilayah timur Libya melaporkan lebih dari 5.300 kematian, sementara pihak lain menyebutkan angka 3.840 kematian. Bahkan, beberapa sumber mengatakan jumlah korban bisa jauh lebih tinggi.

Sekitar 400 orang asing, kebanyakan dari Sudan dan Mesir, juga dilaporkan menjadi korban banjir tersebut.

Kota Derna kini dalam kondisi darurat, dengan infrastruktur yang parah rusak, termasuk pemadaman listrik dan pasokan air yang terputus. Banyak gedung apartemen terbawa oleh banjir, dan jalan-jalan dipenuhi lumpur, pohon tumbang, serta ratusan mobil hancur.

Upaya penyelamatan dilakukan oleh tim penyelamat dari beberapa negara, termasuk Mesir, Tunisia, Uni Emirat Arab, Turki, dan Qatar. Mereka berusaha mencari dan mengidentifikasi korban, serta membersihkan puing-puing.

Krisis ini semakin rumit karena politik Libya yang pecah belah. Negara ini telah mengalami konflik dan ketidakstabilan politik sejak pemberontakan yang didukung oleh NATO pada tahun 2011 yang menggulingkan Muammar Gaddafi. Saat ini, ada pemerintah yang diakui secara internasional di Tripoli, Libya barat, dan pemerintah otonom yang beroperasi di wilayah timur, termasuk Derna.

Penduduk setempat menghadapi tantangan besar dalam mencari keluarga yang hilang, dan perluasan angka korban masih menjadi isu yang rumit. Diperlukan bantuan internasional yang besar untuk mengatasi situasi ini dan membantu para korban yang selamat.