Kumpulkan Kepala OPD, Pj Gubernur Sulsel Samakan Persepsi Percepat Pelaksanaan Delapan Program Prioritas
Delapan program prioritas ini memiliki sinergitas dengan program nasional yang sedang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
MAKASSAR, BUKAMATA - Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengumpulkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Selasa, 12 September 2023.

Pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi terkait percepatan pelaksanaan delapan program prioritasnya sebagai Pj Gubernur Sulsel.
Adapun delapan program prioritas Pj Gubernur Bahtiar, yakni Sukseskan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 berlangsung secara luber, jurdil, lancar, aman dan damai. Pengendalian Inflasi. Penanganan Stunting dan Gizi Buruk. Dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.
Selanjutnya, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan. Kemudahan Pelayanan Publik dan Investasi. Sinergi Program Prioritas Nasional dan Daerah. Terakhir, Stabilitas Sosial, Politik, Keamanan, Ketentraman, dan Ketertiban Umum.

Bahtiar mengatakan, di masa transisi pemerintahan di Sulsel ini dipandang perlu adanya kesamaan frekuensi dengan para pimpinan OPD dalam mewujudkan delapan program prioritas dalam setahun.
"Koordinasi dengan pimpinan OPD ini diharapkan adanya kesamaan frekuensi dalam mewujudkan delapan program prioritas semasa menjabat Gubernur Sulsel," paparnya.
Bahtiar menekankan, delapan program prioritas ini memiliki sinergitas dengan program nasional yang sedang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Terutama penanganan inflasi, stunting, gizi buruk, kemiskinan ekstrem, kedaulatan pangan, serta peningkatan pelayanan publik.
"Untuk menindaklanjuti delapan program prioritas ini, akan dibentuk tim kelompok kerja (pokja) yang berkesesuaian dengan tupoksi pimpinan OPD," pungkasnya. (*)
News Feed
Fakultas Sastra UMI Lepas 281 Wisudawan pada Wisuda Periode II Tahun 2026
26 Agustus 2026 21:12
Hadapi Kemarau, Pemkab Pinrang Lakukan Pompanisasi Sungai Saddang
26 Agustus 2026 15:04
Protes Desil Bansos Ramai di Medsos, Menkeu Ungkap Rp7 Triliun untuk Benahi Data DTSEN
26 Agustus 2026 14:50
