MAKASSAR, BUKAMATA - Situasi di Perumahan Nusa Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, menghadapi tantangan serius akibat tidak adanya pasokan air dari PDAM selama hampir 1 minggu.
Sebagai solusi darurat, warga di lingkungan tersebut terpaksa menjual air dari sumur bor dengan harga Rp3.000 per jerigen.
Kekeringan ini telah membawa dampak signifikan bagi kehidupan sehari-hari penduduk di perumahan tersebut.
Warga merasa terpaksa membeli air dari sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak.
Meskipun tindakan ini menjadi opsi untuk mengatasi krisis air saat ini, namun masyarakat merasa khawatir akan dampak ekonomi jangka panjang akibat biaya tambahan yang harus dikeluarkan.
"Lumayan itu kalau tiap hari kita keluarkan uang sampai 30 ribu untuk beli air, " kata salah satu warga yang ditemui Bukamatanews saat mengantri membeli air sumur bor, Ridwan Rabu 30 Agustus 2023.
Beberapa warga juga telah mengajukan keluhan kepada pihak PDAM terkait dengan absennya pasokan air yang terjadi selama hampir 1 minggu.
Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Benny Iskandar, menjelaskan bahwa sumber air baku dari bendungan Leko Pancing mengalami penurunan yang signifikan, menyebabkan debit air sangat kurang.
"Kami sedang menghadapi penurunan sumber air baku dari bendungan Leko Pancing. Situasi ini telah berlangsung selama tiga bulan terakhir, tetapi dampaknya baru dirasakan oleh warga dalam tiga hari terakhir," ungkap Benny pada Rabu, 30 Agustus 2023.
Sebagai solusi sementara PDAM mengaku bakal menyalurkan air bersih ke sejumlah titik yang akan dibagikan secara gratis bagi masyarkat.
Penulis : Risal
BERITA TERKAIT
-
BMKG Prediksi Musim Hujan 2024 di Mulai September hingga November
-
BMKG Ungkap Faktor-Faktor Penyebab Suhu Panas Ekstrem di Indonesia
-
Pembelian Beras di Ritel Modern Dibatasi, Ini Alasannya
-
BMKG Prediksi 7 Wilayah di Indonesia Alami Panas Ekstrem hingga Penghujung 2023, Sulsel Tak Masuk Daftar
-
Dampak Kekeringan, Empat Puskesmas Kekurangan Air Bersih di Kota Makassar