Studi Terbaru Ungkap Populasi Manusia Dunia Diduga Jauh Lebih Besar dari Data Resmi
02 Februari 2026 18:00
BMKG menjelaskan bahwa faktor "feel-like temperature" atau suhu yang dirasakan oleh manusia dipengaruhi oleh suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, dan sinar matahari.
BUKAMATA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena cuaca panas yang melanda sejumlah daerah di Indonesia dan mengungkap faktor-faktor yang membuat suhu terasa lebih panas dari prediksi sebelumnya.
Suhu tinggi ini merupakan dampak dari fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) selama musim kemarau.
"Sepekan terakhir, beberapa wilayah Indonesia mengalami suhu panas yang cukup tinggi pada siang hari," kata Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dalam keterangan tertulisnya.
Selama periode tanggal 22-29 September, suhu maksimum terukur di beberapa wilayah Indonesia mencapai 35-38,0 derajat Celsius pada siang hari.
Pada Senin (3/10) dan Selasa (4/10), kota dengan suhu udara tertinggi adalah Majalengka (Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Jabar) dengan suhu 36,7 derajat Celsius, dan Gorontalo (Stasiun Meteorologi Djalaludin) 35,9 derajat Celsius.
Meskipun BMKG memprediksi suhu maksimum Jakarta pada hari itu berkisar antara 31 hingga 35 derajat Celsius, masyarakat merasakan panas yang cukup ekstrem. Lalu, apa yang membuat suhu terasa begitu tinggi, terutama pada siang hari yang terik?
BMKG menjelaskan bahwa faktor "feel-like temperature" atau suhu yang dirasakan oleh manusia dipengaruhi oleh suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, dan sinar matahari.
Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi sensasi suhu:
1. Kelembapan Udara
Kelembapan udara memengaruhi rasa panas atau dingin. Saat suhu udara tinggi dan kelembapan tinggi, udara mengandung banyak uap air, membuat keringat sulit menguap, sehingga suhu terasa lebih panas.
Di Indonesia, tingkat kelembapan tinggi disebabkan oleh kondisi geografis sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan yang hangat.
2. Angin
Angin juga berperan dalam sensasi suhu. Angin yang bertiup melintasi kulit tubuh membawa panas tubuh yang dikeluarkan saat keringat menguap, sehingga membuat suhu terasa lebih dingin.
3. Paparan Sinar Matahari
Paparan langsung terhadap sinar matahari dapat meningkatkan sensasi panas.
Kondisi cuaca cerah tanpa awan, terutama di Jawa hingga Nusa Tenggara, memungkinkan sinar matahari menyinari bumi tanpa hambatan, sehingga suhu terasa sangat panas.
BMKG juga mencatat bahwa Indonesia terletak di wilayah tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi, sehingga suhu udara di Indonesia cenderung terasa lebih hangat. Faktor lain termasuk tingginya curah hujan dan vegetasi di hutan hujan yang meningkatkan uap air di udara.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan, menambahkan bahwa minimnya tutupan awan saat ini juga dipengaruhi oleh efek El Nino yang berpusat di Samudera Pasifik.
Kemarau dan cuaca panas ekstrem menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia, dan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sensasi suhu dapat membantu dalam menghadapinya dengan lebih baik.
02 Februari 2026 18:00
02 Februari 2026 17:44
02 Februari 2026 15:18
02 Februari 2026 13:53
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43