MAKASSAR,BUKAMATA - Pemerintah Kota Makassar telah mengambil langkah penting dalam mengenang seorang pahlawan perempuan yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Nama Opu Daeng Risadju, seorang pejuang wanita kelahiran Kota Palopo pada tahun 1880, kini secara resmi diabadikan sebagai nama salah satu jalan di Kota Makassar pada Selasa 22 Agustus 2023. Namun, siapa sebenarnya sosok pahlawan wanita ini?
Opu Daeng Risadju, yang memiliki nama asli Famajjah, merupakan keturunan dari Raja Bone XXII La Temmasonge Matimoeri Malimongeng.
Pahlawan ini tidak hanya memiliki darah kebangsawanan, tetapi juga semangat perjuangan yang menginspirasi banyak orang.
Ia meninggal pada 10 Februari 1964 dalam usia 84 tahun dan secara resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2006. Opu Daeng Risadju juga merupakan satu-satunya pahlawan nasional asal Sulsel yang makamnya berada di Makassar.
Dalam penjelasannya, Dr. Suriadi Mappangara, Dosen Ilmu Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa Opu Daeng Risadju adalah gelar kebangsawanan dari Kerajaan Luwu. Gelar ini diberikan kepada sosok Famajjah sebagai identitas luhur kebangsawanan setelah ia menikah dengan seorang ulama dari Bone, Haji Muhammad Daud.
Opu Daeng Risadju adalah seorang tokoh yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).
Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal di masa kecilnya. Pada masa kemerdekaan, ia menjabat sebagai ketua PSII dan menjadi pemimpin wanita yang disukai dan didengar oleh anggotanya.
Belanda pun khawatir akan pengaruh Opu di Sulawesi, sehingga berusaha membatasi ruang geraknya. Meskipun dihadapkan pada berbagai rintangan, Opu Daeng Risadju tetap gigih melanjutkan perjuangannya.
Opu Daeng Risadju menjadi pahlawan di dua zaman: zaman kebangkitan kemerdekaan dan masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
Ia tidak hanya berperan dalam gerakan kemerdekaan melalui PSII, tetapi juga terlibat dalam jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meskipun riwayatnya di TNI terbatas, ia memiliki peran signifikan dalam upaya meraih kemerdekaan.
Nama Opu Daeng Risadju kini menghiasi salah satu jalan di Kota Makassar, mengingatkan generasi masa kini akan perjuangan dan dedikasinya dalam memerdekakan Indonesia.
Kita semua seharusnya mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan seperti Opu Daeng Risadju yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa.
Penetapan gelar Pahlawan Nasional untuk Opu Daeng Risadju adalah bentuk penghormatan yang layak atas jasa-jasanya dalam perjuangan Indonesia.
Dengan mengenang dan memahami perjalanan hidupnya, kita dapat lebih menghargai semangat perjuangan dan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Proyek RISE Jadi Andalan Makassar Atasi Sanitasi dan Banjir Perkotaan
-
Sekcam Biringkanaya Jadi Komandan Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Karebosi
-
Arif Terima Tantangan Wali Kota Makassar: Tuntaskan Sampah 2029
-
98% RT di Makassar Sukses Gelar Pemilihan, Partisipasi Warga Capai 281.413 Orang
-
Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional, Gedung Kementrian HAM Dinamai "Gedung KH Abdurrahman Wahid"