Wiwi : Selasa, 01 Agustus 2023 08:50

BUKAMATA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengakui pemerintah punya pekerjaan berat untuk menyongsong bonus demografi Indonesia.

Pasalnya, diperkirakan akan ada jutaan pekerjaan saat ini bakal terdegradasi akibat teknologi digital.

"Nah ini memang PR [pekerjaan rumah] kita, jadi ini memang pekerjaan berat," ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Friansyah Noor dilansir Bisnis, Selasa (1/8/23).

Adapun untuk menghadapi gempuran teknologi, dia mengatakan Kemnaker telah membahas ihwal upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk siap bersaing di industri 4.0.

Di masa mendatang, saat pekerjaan secara dominan berbasis teknologi digital maka secara otomatis akan mengurangi penggunaan tenaga manusia.

Dia mengeklaim pihaknya kini tengah fokus meningkatkan pelatihan di bidang digitalisasi kepada para pekerja. Selain itu, Kemnaker juga menggandeng pelbagai organisasi pengusaha seperti Apindo, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), hingga Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk meningkatkan penciptaan tenaga kerja di bidang digital.

"Kerja sama yang kita lakukan adalah bagaimana Apindo sebagai pengusaha yang memang menggunakan peralatan digital di perusahaannya kita akan latih anak bangsa kita agar bisa menggunakan peralatan yang dipergunakan perusahaan tersebut, khususnya di bidang digitalisasi dan komputerisasi," kata Afriansyah yang juga merupakan Sekretaris Jenderal DPP Partai Bulan Bintang.

Sebelumnya, Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani menyebut industri 4.0 mendorong transformasi tatanan pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang. Berdasarkan Future of Jobs Report dari World Economic Forum, diprediksi akan ada 85 juta pekerjaan tergantikan mesin.