MAKASSAR, BUKAMATA - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Timur (FKM UIT) melakukan kunjungan ke instansi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Makassar, Senin, 31 Juli 2023. Kegiatan ini melibatkan sepuluh mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat serta Dosen.
Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan mata kuliah Manajemen Bencana sebagai wujud pengembangan kurikulum Merdeka Belajar Prodi S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk turun langsung bertanya terkait kebencanaan dan penanggulangan yang dilaksanakan oleh pihak BPBD Kota Makassar.
Kunjungan mahasiswa disambut baik oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi, Maharuddin.
"Saya berterimakasih telah mengunjungi BPBD untuk mengetahui lebih dalam terkait kebencanaan," ujarnya.
Ia menjelaskan, BPBD Kota Makassar berfungsi sebagai Koordinasi, Pelaksana, dan Komando antar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) seperti Dinas Sosial, Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan yang mengurusi kesehatan para pengungsi, dll. Hal ini berhubungan besar antar kebencanaan yang ada di wilayah Kota Makassar.
Selanjutnya, moderator Sartika Noviyanti memberikan pertanyaan terkait upaya BPBD dalam menanggulangi bencana di Kota Makassar, terlebih pada daerah Kecamatan Manggala.
Maharuddin menjelaskan, penyebab banjir di Manggala disebabkan oleh meluapnya dua sungai. Untuk menanggulangi itu telah dibuat Waduk Nipah-nipah sebagai bentuk pencegahan meminimalisir tingkat kebanjiran.
"BPBD memiliki tiga bidang yang bertugas dalam pra, bencana, hingga pasca," ungkapnya.
Ia menguraikan, Bidang 1 terkait persiapan di masyarakat, melakukan edukasi kepada masyarakat untuk penanggulangan bencana secara mandiri dengan adanya program kerja desa tanggap bencana di kelurahan yang selalu terkena dampak bencana.
Bidang 2, Kedaruratan dan Logistik. Bidang ini mempersiapkan segala kedaruratan seperti penyiapan tempat pengungsian. Logistik kedaruratan seperti peralatan bayi, obat-obatan dasar, selimut, matras, dll.
Bidang 3, melakukan assesmen dampak-dampak bencana mulai dari kerugian, hingga pada kebutuhan masyarakat pasca bencana. Tak hanya itu bentuk penanganan trauma pasca bencana pun turut dilakukan.
"Kegiatan ini rutin dilakukan di sekolah yang daerahnya langganan daerah dampak bencana," imbuhnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Warga Manggala Dilaporkan Hilang di Waduk Nipa-Nipa
-
Relawan Salurkan Bantuan Mendesak untuk 430 Jiwa Terdampak Pascabencana di Aceh Timur
-
BPBD Selamatkan 13 Warga Makassar yang Terjebak di Air Terjun Barayya Jeneberang
-
Update Bencana Sumatera, 1.135 Meninggal Dunia, 173 Orang Masih Dinyatakan Hilang
-
Hamka B Kady Pastikan Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Jadi Prioritas Nasional