BUKAMATA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang, di sebagian wilayah Indonesia pada hari ini, Minggu (9/7/2023).
Dalam sistem peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan bahwa provinsi-provinsi berikut berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta dapat disertai petir dan angin kencang: Aceh, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, sebagian DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, dan Maluku Utara.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi potensi adanya 44 gempa susulan di Yogyakarta usai gempa 6,4 magnitudo yang terjadi di Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa beberapa faktor dinamika atmosfer seperti aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO), serta gelombang ekuator Kelvin dan Rossby, dapat menyebabkan hujan tetap turun pada awal kemarau. Ketiga dinamika atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan secara tidak langsung meningkatkan curah hujan.
"BMKG mengimbau kepada masyarakat yang terdampak, terutama yang berada di wilayah yang berpotensi bahaya, untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya mitigasi terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sekitarnya." tambahnya.
Di sisi lain, BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi hingga mencapai enam meter di beberapa wilayah perairan Indonesia pada tanggal 8-9 Juli 2023.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menyatakan, BMKG memohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada.
Ia juga menjelaskan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara ke barat daya, dengan kecepatan angin berkisar antara 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara, dengan kecepatan angin antara 8-25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru." tambahnya
BERITA TERKAIT
-
Ancaman Cuaca Ekstrem Warnai Nataru 2025/2026, BMKG: Waspadai Hujan 500mm, Banjir Rob, hingga Gangguan Penerbangan
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Poso, Sulteng: BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Selama Sepekan
-
Efisiensi Anggaran 2025: BMKG dan Basarnas Dipangkas Hingga 50%, Layanan Publik Terancam?
-
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah di Indonesia Alami Cuaca Ekstrem hingga 25 November