JAKARTA,BUKAMATA - Situasi politik semakin memanas, benturan di masyarakat semakin kuat terjadi, dan moderasi menjadi kunci untuk mengatasi situasi ini menjelang Pemilu 2024. Pemilihan tersebut berada di persimpangan jalan ketidakpastian global, yang menuntut kebijakan yang bijaksana.
Menanggapi hal ini, sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfuz Siddik, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap eskalasi perubahan global dan perlombaan kekuatan yang sedang terjadi di dunia saat ini.
"Kalau kita salah-salah menata ini, maka kita akan masuk dalam pusaran perubahan global yang kita tahu kekuatan-kekuatan global sekarang sedang bertarung menunjukkan eksistensi supremasinya," katanya.
Mahfuz juga menyatakan rasa syukurnya atas kegagalan operasi intelijen Amerika Serikat (AS) dalam Pilpres di Turki baru-baru ini, yang dimenangkan oleh Recep Tayyip Erdogan. Ia mengungkapkan bahwa AS terlibat secara terang-terangan dalam operasi politik di Turki dan mengkhawatirkan potensi pengaruh mereka di negara lain, termasuk Indonesia.
Mahfuz menekankan pentingnya menolak upaya negara lain yang ingin melakukan operasi politik untuk memenangkan kandidat tertentu dalam Pemilu 2024 di Indonesia.
"Saya bersyukur bahwa operasi politik itu gagal, karena jika berhasil di Turki, maka akan membuka jalan bagi Amerika untuk beroperasi di negara lain, termasuk di Indonesia. Harga yang akan dibayar oleh masyarakat dan bangsa ini sangat mahal," tegasnya.
Dalam konteks ini, Mahfuz menyatakan dukungannya terhadap calon pemimpin yang konsisten dengan ide moderasi. Menurutnya, calon tersebut memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan kontestasi dalam Pemilu 2024. Mahfuz juga menegaskan bahwa Partai Gelora, partai yang ia perwakili, akan memberikan dukungan kepada calon yang mempromosikan nilai-nilai moderasi dalam kepemimpinannya.
Situasi politik yang semakin memanas dan ketidakpastian global yang melingkupi Pemilu 2024 menuntut moderasi sebagai pendekatan yang bijaksana untuk menjaga kestabilan dan persatuan di dalam masyarakat. Dengan menjauhi campur tangan negara asing dan memilih pemimpin yang menganut ide moderasi, diharapkan Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan lebih baik dan mencapai kemajuan yang berkelanjutan.
BERITA TERKAIT
-
Gelora Sulsel Sambut Positif Putusan MK Soal Sanksi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan: Komitmen Kami Jelas!
-
Fahri Hamzah: Elite Nasional Jangan Terus Kembangkan Narasi Perpecahan, Kita Perlu Narasi Persatuan
-
Mahfuz Sidik: Negara-negara Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika
-
Akhiri Perang Teluk, Mahfuz Sidik: Trump Hadapi Empat Tekanan Berat
-
Partai Gelora Berduka Atas Syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran