Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Dalam forum bisnis dan investasi Inovasi berbasis Alam yang digelar pada Jumat (23/6/2023) di Bukit Indah Doda, Kabupaten SIGI berhasil menghimpun komitmen pendanaan untuk tiga komoditas unggulan di Sigi akan dikembangkan lebih lanjut.
SIGI, BUKAMATA— Pada momentum hari jadinya, Kabupaten Sigi mendapat dukungan dari sektor swasta dan mitra bisnis untuk memperkuat upaya pembangunan lestari.
Dalam kegiatan Forum Bisnis dan Investasi Inovasi Berbasis Alam yang digelar pada Jumat (23/6/2023) di Bukit Indah Doda, Kabupaten SIGI berhasil menghimpun komitmen pendanaan untuk tiga komoditas unggulan di Sigi akan dikembangkan lebih lanjut.
Salah satu perusahaan yang berkontribusi adalah Java Kirana, yang fokus pada komoditas kopi. Sebagai Co-Founder Java Kirana, Noverian menyatakan komitmennya untuk membantu Kabupaten Sigi mengembangkan komoditas kopi senilai minimal USD2 juta.
"Kami melihat potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas kopi di Sigi melalui sentralisasi pasca panen, layanan komersial, logistik, dan perdagangan," ujar Noverian.
Sementara itu, Katalys memberikan dukungan untuk pengembangan bisnis agroforestri kakao di Desa Omu. Perusahaan ini berkomitmen untuk menyediakan pendanaan senilai USD500.000.
"Tujuan kami adalah menciptakan sistem bisnis yang berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat, dimulai dari Desa Omu," ungkap Peter Witkamp selaku Co-Founder & Partner Katalys.
Di bidang komoditas vanili, palmarosa, dan sereh wangi, Conservana Spices berkomitmen untuk membangun pabrik pengolahan vanili menjadi produk vanilla dan turunannya dengan nilai investasi sekitar USD125.000.
Perusahaan ini memiliki prinsip bahwa semua produk yang dihasilkan harus didapatkan melalui metode yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Conservana Spices mengolah bahan baku dari hutan lindung Indonesia, seperti buah vanili, biji kopi, dan tanaman minyak atsiri. Berbasis di Bali, perusahaan ini menghasilkan produk akhir berupa rempah-rempah dan bahan makanan serta minuman yang siap dikonsumsi, yang didistribusikan baik di tingkat lokal maupun global.
"Tujuan kami adalah meningkatkan mata pencaharian masyarakat hutan melalui penghidupan kembali budaya berkebun tradisional dan memperluas pertanian cerdas iklim," jelas I Ketut Maliawan selaku Founder Conservana Spices.
"Strategi ini akan membantu melindungi ekosistem hutan, memulihkan habitat satwa liar, dan mengurangi dampak perubahan iklim." Lanjutnya.
Keterlibatan sektor swasta dalam komitmen ini juga didukung oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Mereka berkomitmen untuk melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pameran di luar negeri.
"Kami akan mengikutsertakan UMKM dalam pameran di Inggris pada bulan depan," kata Nur Kholis, perwakilan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Pengembangan komoditas berbasis alam merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Kabupaten Sigi untuk keluar dari model bisnis konvensional dan konservatif, serta menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya dukungan pendanaan dari sektor swasta dan mitra bisnis, Kabupaten Sigi berharap dapat mengembangkan potensi komoditas unggulan secara berkelanjutan. Dalam Forum Bisnis dan Investasi Inovasi Berbasis Alam, berbagai perusahaan seperti Java Kirana, Katalys, dan Conservana Spices telah menyatakan komitmen mereka untuk mendukung pengembangan komoditas kopi, kakao, vanili, palmarosa, dan sereh wangi di Kabupaten Sigi.
Diharapkan melalui langkah-langkah ini, Kabupaten Sigi dapat mencapai tujuan pembangunan lestari yang melibatkan sektor swasta, akademisi, dan masyarakat secara keseluruhan.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33