Redaksi : Kamis, 22 Juni 2023 11:48

JAKARTA,BUKAMATA- Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, menegaskan pentingnya Visi Indonesia Emas 2045 yang baru diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 15 Juni 2023. Visi tersebut harus menjadi mimpi bersama dan semangat nasionalisme baru bagi seluruh bangsa Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Anis Matta saat memimpin diskusi Gelora Talks dengan tema 'Proyeksi 100 Tahun Indonesia: Menuju Superpower Dunia yang Baru', yang digelar pada Rabu lalu, (21/6/2023).

Diskusi ini dihadiri oleh Prof. Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas 2016-2019, Andrinof A Chaniago, Menteri PPN/Kepala Bappenas 2014-2015, dan Edbert Gan, seorang peneliti muda dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

"Indonesia Emas harus menjadi mimpi bersama dan semangat baru dalam nasionalisme bagi seluruh rakyat. Konsolidasi politik diperlukan guna menciptakan energi besar dan peta jalan yang jelas dalam mencapai tujuan besar ini," kata Anis Matta.

Anis Matta menyadari bahwa Indonesia menghadapi tantangan geopolitik global dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi kekuatan baru di panggung dunia. Saat ini, dunia mengalami perubahan yang signifikan.

"Visi ini adalah mimpi yang harus dicapai, dan kita perlu memiliki timeline untuk mewujudkannya. Kita sepakat dengan gagasan Indonesia Emas 2045 ini, yang akan menjadi babak baru dalam sejarah Indonesia. Namun, kita juga harus memperhitungkan tantangan geopolitik saat ini dengan cermat agar kita tidak mengalami kegagalan seperti yang dialami oleh Malaysia," tegasnya.

Anis Matta mengungkapkan bahwa Indonesia perlu merumuskan model pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan karakteristiknya sendiri. Asia Tenggara merupakan kawasan yang netral dan tidak terikat secara geopolitik global seperti Jepang, China, Korea Selatan, dan Taiwan.

"Keempat negara di Asia Timur tersebut memiliki keterikatan geopolitik global dengan Amerika Serikat, seperti halnya Jerman. Mereka menerima transfer teknologi, investasi, dan akses pasar. Indonesia tidak memiliki keterikatan semacam itu. Indonesia memiliki karakteristik yang mirip dengan Rusia, Turki, dan India," jelasnya.

Sebagai Ketua Umum Partai Gelora yang mendapatkan nomor urut 7 dalam Pemilu 2024, Anis Matta menekankan perlunya merumuskan peta jalan sendiri agar Indonesia dapat menjadi negara maju atau kekuatan baru di panggung dunia.

"Artinya, bangsa ini memiliki tekad untuk menghadapi tantangan geopolitik yang luar biasa pada saat ini. Saya menyadari bahwa disrupsi geopolitik saat ini akan memiliki dampak yang signifikan. Oleh karena itu, kita perlu melakukan antisipasi terhadap tantangan tersebut, mengingat bahwa Indonesia tidak memiliki keterikatan geopolitik seperti Jepang," ungkapnya dengan yakin.

Anis Matta menekankan bahwa Indonesia telah dilengkapi dengan modal sumber daya alam, sumber daya manusia yang berkualitas, letak geografis strategis, dan kekuatan budaya yang kuat. Meskipun tidak memiliki keterikatan geopolitik global, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara maju.

"Dengan pemahaman yang mendalam terhadap situasi geopolitik dan kemampuan untuk mengatasi tantangan yang ada, saya yakin Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang besar dan maju, yang mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Indonesia akan mencatat pertumbuhan ekonomi yang luar biasa," tambah Anis Matta dengan optimisme.

Perlunya Kesepakatan Politik

Prof. Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas 2016-2019, menekankan pentingnya konsolidasi politik di antara para elit nasional untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 sebagai misi bersama dalam memajukan bangsa.

"Ini bukanlah hanya visi dan misi Presiden Jokowi, tetapi visi dan misi yang melibatkan seluruh bangsa. Masa depan kita sangatlah penting, karena tujuan utama adalah menciptakan negara yang mensejahterakan rakyatnya," ungkap Bambang.

Ia berharap agar partai politik dan semua elit politik dapat mencapai kesepakatan tentang Visi Indonesia Emas 2045 sebagai cita-cita bersama bangsa. Ini bukanlah hanya cita-cita Presiden Jokowi atau presiden lainnya, tetapi cita-cita bersama kita semua.

"Oleh karena itu, segala upaya dan kebijakan yang diambil harus menuju pada pencapaian visi tersebut. Presiden yang menjabat pada periode 2024-2029, 2029-2034, bahkan hingga 2034-2039 dan 2044 harus mampu memahami dan melanjutkan langkah-langkah yang telah diambil oleh presiden sebelumnya. Kita berbicara tentang kelanjutan, bukan tentang klaim siapa yang lebih unggul atau benar," jelas Bambang.

Dengan adanya kesepakatan politik yang solid dan kontinuitas dalam kebijakan, Indonesia akan mampu menghadapi tantangan yang ada dan mencapai Visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara maju dan berpengaruh di panggung dunia.

Dalam kerjasama antara para pemimpin, partai politik, elit politik, dan seluruh masyarakat, Indonesia memiliki potensi besar untuk mewujudkan impian bersama dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045, menjadi negara yang kuat dan sejahtera.