Redaksi
Redaksi

Kamis, 22 Juni 2023 17:59

Surya Paloh berharap agar penegak hukum tidak mencari-cari kesalahan, terutama terhadap kader-kadernya yang saat ini menjabat sebagai menteri.
Surya Paloh berharap agar penegak hukum tidak mencari-cari kesalahan, terutama terhadap kader-kadernya yang saat ini menjabat sebagai menteri.

Soal Kasus SYL dan Johny G Plate , Surya Paloh: Jangan Main-main dengan Hukum

"Namun, NasDem berhak mengingatkan para penegak hukum agar tidak mempermainkan kata-kata, dan jangan menyalahgunakan hukum itu sendiri," tambahnya

JAKARTA,BUKAMATA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, menunjukkan ketidaksenangan setelah Johny G Plate dan Syahrul Yasin Limpo tersandung kasus dugaan korupsi. Surya Paloh mendesak penegak hukum untuk tidak menyalahgunakan sistem hukum.

Dalam acara Orientasi Bacaleg NasDem Sulsel di Claro Hotel Makassar pada Kamis (22/6), Surya Paloh menyampaikan bahwa partainya akan menghadapi tantangan dan rintangan dalam perjalanan politik NasDem. Ia berharap seluruh kader NasDem tetap teguh dalam perjuangan meskipun dihadapkan dengan godaan, tekanan, dan bahkan risiko hukum.

"Kita memerlukan perjuangan yang berkelanjutan, dengan segala godaan, rayuan, tekanan, bahkan mungkin risiko penahanan terhadap para kader. Itu adalah bagian dari risiko perjuangan kita dan niat baik kita terhadap negeri ini," ungkapnya.

Meskipun beberapa kadernya menjadi sorotan, Surya Paloh menekankan pentingnya memprioritaskan niat baik bagi rekan politik yang saat ini berkuasa dan juga yang belum berkuasa.

"Kita tidak boleh memiliki prasangka buruk. Kita tidak boleh menggunakan pikiran dan strategi yang licik dalam berpolitik," tegasnya.

Surya Paloh juga menyatakan penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan terhadap Johny G Plate dan Syahrul Yasin Limpo, keduanya merupakan kader partainya. Ia menegaskan bahwa keduanya akan patuh terhadap hukum.

"Kita menghormati upaya penegakan hukum yang ada di negara ini. Tidak diragukan lagi bahwa kita menghormati upaya-upaya tersebut. Kita akan taat dan menghormati," katanya.

"Namun, NasDem berhak mengingatkan para penegak hukum agar tidak mempermainkan kata-kata, dan jangan menyalahgunakan hukum itu sendiri," tambahnya.

Ia berharap agar penegak hukum tidak mencari-cari kesalahan, terutama terhadap kader-kadernya yang saat ini menjabat sebagai menteri. Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan stabilitas agar pembangunan dapat terus berlanjut.

"Jangan mencari-cari kesalahan yang tidak perlu. Kita membutuhkan kedamaian, kita membutuhkan stabilitas di negeri yang kita cintai ini," tegasnya.

"Kita harus saling bersatu dan bekerja sama. Jangan melihat dari sana, lalu aku dari sini. Jangan melihat mereka sebagai musuh, bukan lawan," sambungnya.

Surya Paloh berharap kader NasDem dapat mengingatkan lawan politik agar tidak menyebarkan opini yang dapat merusak. Menurutnya, jika hal tersebut terus dibiarkan, maka bangsa ini akan terancam.

"Kita terus berusaha menjelaskan kepada lawan politik agar tidak hanya memperingatkan, tetapi juga tidak menyebarluaskan opini yang dapat merusak dengan segala cara yang dihalalkan. Dan ini menjadi tugas para kader Partai NasDem untuk mengingatkan semua komponen masyarakat," ucapnya.

Sebagai informasi tambahan, setelah Partai NasDem mengumumkan dukungannya terhadap Anies Rasyid Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, muncul kasus dugaan korupsi yang melibatkan dua kader partai tersebut, yaitu Johny G Plate dan Syahrul Yasin Limpo. Johny G Plate bahkan telah menjadi tersangka dalam kasus BTS 4G yang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo yang menjabat sebagai Menteri Pertanian sedang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi, khususnya terkait jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Pertanian.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menanggapi penyelidikan terkait dugaan jual beli jabatan tersebut. Syahrul mengaku tidak mengetahui penyelidikan yang dilakukan oleh KPK terkait dugaan jual beli jabatan di Kementerian Pertanian.

"Terlalu teknis. Jangan tanya di sini, karena saya sedang bekerja. Saya tidak tahu tentang hal itu," ujarnya kepada wartawan setelah melakukan kunjungan ke hewan kurban di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, pada Rabu (21/6). Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini menyatakan bahwa fokusnya saat ini adalah bekerja sebagai Menteri Pertanian dan ia akan tunduk pada aturan.

"Don't ever against the law," tegasnya.

Politisi Partai NasDem ini menegaskan bahwa ada tiga prinsip yang selalu dipegangnya. Pertama, bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Kedua, tidak pernah melanggar hukum. Ketiga, jika ada sesuatu yang harus dilalui sebagai warga negara yang baik.

Syahrul menegaskan bahwa ia akan hadir jika diminta untuk diperiksa oleh KPK. Ia juga menegaskan bahwa sebagai warga Sulawesi Selatan, ia tidak akan mendatangkan malu.

"Saya adalah manusia biasa, tetapi Insya Allah saya tidak akan membawa malu," pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Surya Paloh #SYL #johny plate