Imam Besar Istiqlal Dilirik Jadi Cawapres Ganjar Pranowo
Kiai Nasar memiliki kriteria yang sesuai mendampingi Ganjar, yaitu tokoh luar Jawa, memiliki warna keagamaan yang moderat, Rais Syuriah PB Nahdlatul Ulama, dan bisa diterima luas oleh banyak kalangan.
Utut menyebut penentuan bacawapres Ganjar dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Terkait Nasaruddin, Utut menyebut pertimbangan Megawati menentukan cawapres berdasarkan kepentingan bangsa bukan yang lain.
"Kalau sekarang nama-nama tentu kan masih banyak yang harus digodok kan, nggak ada yang plus semua ada di dia, atau minus semua ada di dia. Makanya ditimbang-timbang," ujarnya.
Utut kembali mengingatkan pernyataan Megawati untuk bersabar. Perihal nama Nasaruddin yang mencuat ke permukaan sebagai kandidat bacawapres Ganjar, Utut menegaskan dia baru mengetahui hal ini ketika diwawancarai wartawan.
Meski demikian, Utut memuji sosok Nasaruddin. Utut menyebut pemahaman agama Nasaruddin amat dibutuhkan untuk bangsa.
"Kalau Pak Nasaruddin Umar kan memang orang yang santun, besar di Masjid Istiqlal, pemahaman agamanya ya tentu sangat dibutuhkan untuk negara seperti Indonesia," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.