Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Totok menganggap, pelaku penyerangan ini masih berstatus Orang Tak Kenal atau OTK. Tidak ada kaitannya dengan penyerangan yang dilakukan oleh aparat TNI.
BUKAMATA, MAKASSAR - Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen Totok Imam Santoso mengaku telah menyerahkan kasus penyerangan Markas Polres Jeneponto ke Mabes TNI.

Totok menganggap, pelaku penyerangan ini masih berstatus Orang Tak Kenal atau OTK. Tidak ada kaitannya dengan penyerangan yang dilakukan oleh aparat TNI.
"Kalau itu saya tidak ada urusan seperti itu sudah ada yang urusi semuanya, dari Mabes sudah semuanya," kata Imam kepada wartawan, Kamis 4 Mei 2023.
Totok juga menegaskan, hubungan antara TNI dan Polri di Sulsel baik-baik saja. Bahkan harmonis. Tidak ada masalah antara dua institusi ini.
Ia melanjutkan, TNI tidak bisa berjalan sendiri untuk menjaga keamanan masyarakat. Butuh sinergitas Polri untuk Kamtibmas.
"Kita sudah menyampaikan kebersamaan sudah ada perintah dari pimpinan bagaiman kita bersama sama, karena kebersamaan ini penting bagi kita dan negara manapun tidak ada yang institusi bisa berjalan sendiri. Pasti semua kebersamaan termasuk media," jelasnya.
Diketahui dalam penyerangan ini, satu orang anggota, Bripka Mus Mulyadi terkena luka tembak saat penyerangan yang dilakukan oleh OTK di Mapolres Jeneponto, Kamis 27 April 2023 pukul 02.00 WITA.
Dalam video amatir, pintu masuk yang terbuat dari kaca, di kantor Propam Polres Jeneponto pecah akibat lemparan batu
Sejumlah kaca jendela pun ikut pecah. Batu pun berserakan di dalam ruang Propam.
Penyerangan ini juga berimbas pada musala milik Polres Jeneponto. Beberapa kaca jendela pecah.
17 Mei 2026 23:52
17 Mei 2026 21:51