BUKAMATA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana memangkas jumlah BUMN Karya dari 9 menjadi 4 perusahaan.
Pemangkasan sejalan dengan wacana konsolidasi perusahaan pelat merah sektor infrastruktur sesuai Buku Biru yang disusun Kementerian BUMN dua tahun lalu.
"Kita sudah review, sebaiknya (BUMN) Karya ini dari 9 jadi 4. Jadi BUMN (karya) sebaiknya ada 4, ada expertise di sini, ada gedung, jadi tidak semua palugada. Sudah ada bukunya,"kata Erick dilansir, Kamis (4/5/23).
"Untuk Karya, nanti kita mau coba konsolidasikan HK (Hutama Karya) dengan Waskita, kalau enggak salah. Lalu PP (PT PP) dengan WIKA (PT Wijaya Karya) supaya konsolidasi keuangannya, bukunya lebih sehat, ADHI (PT Adhi Karya) ada juga. Nanti lebih detilnya," paparnya.
Menurutnya, konsolidasi BUMN Karta akan membuat perusahaan lebih fokus mengerjakan penugasan maupun bisnis sesuai bidang keahlian masing-masing.
Namun, Erick berharap konsolidasi BUMN Karya tidak menghambat proyek pembangunan, terutama perusahaan-perusahaan yang tengah mengikuti berbagai tender.
"Jangan sampai merger, konsolidasi ini menghambat pembangunan. Kan mereka sedang tander, tiba-tiba dikonsolidasi, ganti kontrak. Nah ini yang kita jaga gitu. Makanya nanti ada merger, ada yang sistemnya kepemilikan," ujarnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Erick Thohir Usung Strategi Tiga Pilar: Pemuda, Prestasi, dan Ekonomi Kreatif sebagai Menpora Baru
-
Bukan Puteri Komarudin atau Raffi Ahmad, Prabowo Pilih Erick Thohir Pimpin Kemenpora
-
Respon AFF Coret Klub Indonesia di ACC, PSSI: Kita Jalan Terus
-
Danantara Larang BUMN Ganti Direksi Saat RUPST
-
Erick Mohon Doa Indonesia Menang Lawan Australia: Bismillah Garuda Mendunia