Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Pelaksana Tugas Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono mengatakan, landasan kerja sama dalam politik antara PDIP dan PPP adalah berdasarkan kerja sama politik presidensial.
BUKAMATA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PDI Perjuangan (PDIP) resmi melakukan kerja sama politik atau koalisi untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024.
Kesepakatan itu dicapai selepas pertemuan yang dihadiri para pimpinan kedua partai di kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (30/4/2023).
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyambut partai PPP untuk menjalin kerja sama politik untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024.
Kerja sama politik itu secara simbolik ditandai dengan penyerahan hasil Rapimnas PPP beberapa waktu lalu, yang berisi dukungan terhadap Ganjar. Adapun penyerahan secara simbolik itu diberikan usai PPP dan PDIP melakukan pertemuan tertutup selama kurang lebih dua jam hari ini, Minggu (30/4).
"Menyatukan diri dalam gerak kemenangan bersama dengan PDI Perjuangan," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jakarta.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berharap pilihan sosok calon presiden (Capres) yang akan dibahas dalam pertemuan lanjutan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan sama. Dengan begitu, harapan terbentuknya koalisi besar bisa terwujud.
Dalam keterangan pers setelah pertemuan, Pelaksana Tugas Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono mengatakan, landasan kerja sama dalam politik antara PDIP dan PPP adalah berdasarkan kerja sama politik presidensial.
"Jadi kami akan menindaklanjuti hal ini semua dengan ada tahapan-tahapan yang banyak tentunya dalam rangka sukses mengantarkan Pak Ganjar sebagai capres. PPP menitipkan kepada Pak Ganjar yang memiliki misi kerakyatan agar kiranya kita menitipkan politik yang hendak nanti dijalankan presiden adalah politik yang amar makruf nahi munkar. Itu landasan yang paling utama," ujarnya.
Menurut Mardiono, PPP juga meminta kepada Ganjar agar menjadi bagian dari estafet kepimpinan dalam melanjutkan pembangunan nasional. Dia mengingatkan kalau Indonesia tidak boleh stagnan apalagi mundur tapi harus maju terus.
Hasto juga menyebutkan bahwa PPP merupakan “saudara tertua” PDIP karena dilihat dari waktu berdirinya kedua partai tersebut sangat dekat. PPP berdiri pada 5 Januari 1973 dan PDI 10 Januari 1973.
“Dalam sambutan Ibu Megawati Soekarnoputri tadi ditegaskan bahwa perjuangan dengan spirit gotong royong sebagai saripati dari Pancasila terus membuka ruang kerja sama meskipun oleh rakyat,” imbuhnya.
Pertemuan ini, kata Hasto, sebagai wujud PDIP dan PPP mengukuhkan kerja sama untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden Republik Indonesia. Acara pembukaan, kata Hasto, diawali dengan protokol partai, saat mars kedua partai dinyanyikan.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33