Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Amalan sunnah yang dianjurkan dalam Hari Raya Idul Fitri adalah bersilaturahim. Satu sama lain saling berkunjung dan saling menyampaikan ucapan selamat hari raya.
BUKAMATA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya umat Islam menggelar takbiran. Pembacaan takbir ini disunnahkan pengerjaannya.
Pada momen tersebut, merupakan perayaan bagi seluruh umat muslim setelah menahan lapar, dahaga dan mengontrol emosi buruk selama berpuasa. Pada hari kemenangan inilah, seluruh umat muslim akan menuju lembaran yang baru yang lebih baik.
Berikut amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam takbiran sampai hari lebaran seperti dikutip dari laman nu.or.id:
Anjuran Gus Fahrur yang pertama ini, sesuai dengan pandangan Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam kitab Busyral Karim, dikutip Wakil Sekretaris LBM PBNU Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam tulisan berjudul Ini Cara Syar'i Hidupkan Malam Idul Fitri.
"(Kita) dianjurkan untuk menghidupkan dua malam Id sekalipun jatuh pada hari Jumat dengan pelbagai jenis ibadah seperti sembahyang, tadarus, atau zikir berdasarkan hadits, ‘Siapa yang menghidupkan dua malam Id, maka Allah akan menghidupkan hatinya pada hari di mana hati manusia mati.’ Kesunahan itu dianggap memadai dengan menghidupkan hampir semalam suntuk ibadah, dengan sembahyang Isya dan Subuh berjamaah, atau bahkan sekadar sembahyang Subuh berjamaah,” demikian penjelasan Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin.
Hendaknya setiap Muslim mengumandangkan takbir sebanyak-banyaknya. Sebab hal ini sangat dianjurkan untuk dilakukan.
Umat Islam dianjurkan untuk mandi sunnah Idul Fitri. Sebab setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, bahkan perempuan yang tengah haid dan dalam keadaan nifas, disunnahkan untuk mandi sunnah Idul Fitri. Kesunnahan ini juga berlaku bagi yang tidak menghadiri shalat Idul Fitri, seperti orang sakit.
Amalan sunnah yang juga sangat dianjurkan untuk dilakukan pada saat hari lebaran Idul Fitri adalah berhias dan memakai pakaian yang bersih. Hal itu sebagaimana pendapat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam Busyral Karim.
"Seseorang dianjurkan mengenakan wewangian dan berhias sebagaimana keterangan telah lalu pada bab Jumat. Tetapi di sini seseorang dianjurkan mengenakan pakaian terbaiknya meskipun bukan warna putih. Tetapi ketika pakaian putih dan bukan berwarna putih sama baiknya, maka mengenakan pakaian putih lebih utama di hari Id. Hari Id berbeda dengan hari Jumat. Maksud hari Id adalah menampakkan nikmat Allah. Karenanya mengenakan pakaian terbaik itu lebih utama. Sedangkan tujuan hari Jumat adalah menampakkan kesempurnaan karena itu mengenakan pakaian putih itu yang terbaik. Tetapi orang yang duduk (tidak keluar rumah untuk sembahyang Id) dan orang yang keluar menuju sembahyang Id juga dianjurkan untuk mandi, berhias, dan mengenakan wewangian,” demikian penjelasan Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin.
Berjalan kaki menuju tempat shalat Id. Amalan ini sesuai dengan pendapat Sayyidina Ali yang dikutip Ustadz M Mubasysyarum Bih dalam tulisan berjudul 8 Kesunnahan saat Idul Fitri dan Penjelasannya.
“Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan." (HR al-Tirmidzi dan beliau menyatakannya sebagai hadits Hasan)
Sementara Syekh Zakariyya al-Anshari daam kitab Asna al-Mathalib menyatakan, bagi orang yang tidak mampu berjalan kaki seperti orang tua dan orang lumpuh, maka diperbolehkan untuk menaiki kendaraan. Demikian pula boleh kepulangan dari shalat Id dilakukan dengan tidak berjalan kaki.
Gus Fahrur mengajak umat Islam agar juga melakukan amalan sunnah makan terlebih dulu sebelum berangkat ke tempat shalat Id.
Merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan. Dijelaskan bahwa sejak malam takbiran sampai pagi sebelum shalat Idul Fitri merupakan waktu yang disunnahkan untuk membayar zakat fitrah.
"Pembayaran zakat fitrah sebelum shalat Id lebih utama. Hikmah di balik itu bertujuan agar orang fakir yang menerimanya tidak melalaikan shalat Id karena sibuk mengemis untuk mencukupi kebutuhannya," demikian penjelasan Syekh Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam. 8. Bersedekah semampunya
Pada saat Hari Raya Idul Fitri, umat Islam dapat melakukan amalan sunnah dengan bersedekah semampunya. Terdapat setidaknya 5 faidah bersedekah yang akan mendapatkan pahala berlipat ganda, sebagaimana diungkap Imam As-Suyuthi dalam kitab Khumasi dan dikutip Sayyid Abdurrohman bin Muhammad dalam kitab Bughyatul Musytarsyidin.
Amalan sunnah yang dianjurkan dalam Hari Raya Idul Fitri adalah bersilaturahim. Satu sama lain saling berkunjung dan saling menyampaikan ucapan selamat hari raya.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50