Redaksi : Selasa, 04 April 2023 15:54

BUKAMATA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) angkat bicara soal isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki keinginan untuk menjadi King Maker di Pemilu 2024.

PDI Perjuangan tidak yakin Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin lepas dari bayang-bayang Megawati Soekarnoputri demi menjadi king maker atau penentu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024.

"Saya gak yakin (Jokowi king maker Prabowo agar jadi capres). Presiden punya sopan santun dan etika politik yang luar biasa," ujar Ketua DPP PDIP Said Abdullah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2023).

“Presiden punya sopan santun dan etika politik yang luar biasa,” kata Said di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (4/4/2023).

Said menyatakan PDIP sangat paham dan memiliki rekam jejak Jokowi. “Kami yang punya rekam jejak Pak Presiden Jokowi luar biasa, itu tidak mungkin dilakukan oleh Pak jokowi, baik secara pribadi, personal maupun selaku presiden,” kata Said.

Sebelumnya, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) mengadakan silaturahmi di Kantor DPP PAN, pada akhir pekan kemarin. Menariknya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir pada acara tersebut.

Direktur Eksekutif Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah melihat ada upaya Jokowi untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pengaruh Megawati. Jokowi ingin menunjukan tajinya sendiri sebagai king maker pada Pilpres mendatang.

"Ya tentu saja, ia ingin lepas dan miliki pengaruhnya sendiri," kata Dedi dihubungi, Senin (3/4/2023).

Menurut Dedi, keinginan Jokowi lepas dari pengaruh Megawati sudah tampak sejak lama. Meski Jokowi membantah tidak punya urusan dalam pembentukan koalisi, namun pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dipandang Dedi sebagai bentuk perlawanan dari Jokowi kepada PDIP.

"Sekaligus menjadi ruang kekuasaan Jokowi lepas dari PDIP, dan PDIP tahu, itulah sebab Jokowi mendapat teguran misalnya pada saat Rakernas PDIP hingga beberapa pidato Megawati yang menghardik kader untuk tidak bermanuver, itu ditujukan pada Jokowi," tutur Dedi.