Pimpin Rapat Perdana, Salim Basmin Tekankan Diskominfo Sulsel Perkuat Sinergi Media dan OPD
02 Februari 2026 17:44
Wacana koalisi besar itu mencuat usai Airlangga hadiri di acara buka puasa bersama NasDem, Demokrat, dan PKS yang baru mendeklarasikan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
BUKAMATA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan ide membentuk koalisi besar dalam pemilu presiden (Pilpres) 2024 mendatang bukan berarti melebur koalisi yang satu dengan koalisi lain.
"Ini bukan lebur-leburan. Kalau lebur-lebur kayak cendol aja. Jadi kita perlu pembahasan lebih matang," ujarnya.
Airlangga menegaskan kembali, koalisi partai politik makin membesar akan kian baik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu juga meyakini bahwa koalisi dengan skala besar sangat mungkin untuk diwujudkan.
"Saya bilang kami akan mendorong yang namanya koalisi besar. Koalisi besar itu 'kan sangat memungkinkan, nah, tentu lebih besar lebih baik," katanya.
Di sisi lain, Airlangga menepis kabar Golkar diusulkan merapat ke Koalisi Perubahan dan Persatuan yang mengusung Anies Baswedan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia menyebut JK tak berbicara seperti demikian.
Airlangga menegaskan Golkar sudah bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PPP dan PAN. "Kan kita sudah punya KIB, Golkar sudah punya KIB," katanya.
Untuk diketahui, wacana koalisi besar itu mencuat usai Airlangga hadiri di acara buka puasa bersama NasDem, Demokrat, dan PKS yang baru mendeklarasikan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Sabtu (25/3). Airlangga awalnya bicara saling keterbukaan antar koalisi. Golkar saat ini tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP.
"Ya, kalau koalisi, sama-sama punya koalisi, tentu dengan koalisi yang sama komunikasi menjadi hal yang penting di dalam politik dan keterbukaan komunikasi ini yang kita juga jaga, agar seluruh proses politik itu berjalan dengan baik," katanya kepada wartawan selepas menghadiri bukber.
Ditanya terkait kemungkinan adanya koalisi yang bergabung dan membentuk koalisi besar, Airlangga tak secara jelas menjawab. Dia hanya menuturkan bahwa koalisi besar biasanya menguntungkan Indonesia.
"Koalisi besar di mana-mana menguntungkan Indonesia, jadi kita tunggu tanggal mainnya," imbuhnya.
02 Februari 2026 17:44
02 Februari 2026 15:18
02 Februari 2026 13:53
02 Februari 2026 13:45
02 Februari 2026 13:44
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43