Redaksi : Sabtu, 25 Maret 2023 14:37

BUKAMATA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memilih meningkatkan positioning Indonesia di mata organisasi sepakbola dunia (FIFA) ketimbang ikut menolak kedatangan Tim Nasional Israel U-20.

Gus Yahya menilai kehadiran timnas Israel di Piala Dunia U-20 belum tentu merugikan Palestina. Ada sejumlah langkah konkret membela Palestina, salah satunya memperkuat posisi Indonesia di platform internasional dan multilateral.

"Menurut saya sih ndak masalah. Belum tentu Palestina rugi kok. Sekarang kalau Israel datang ke sini, apakah Palestina rugi? Nggak juga. Yang penting memperkuat posisi Indonesia di dalam platform internasional dan multilateral," kata Gus Yahya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta seperti dilansir dari detikNews, Jumat (24/3/2023). 

Gus Yahya mengatakan langkah untuk membela Palestina jangan hanya sebatas teriak-teriak lalu tidur. Dia ingin ada solusi yang dapat menguntungkan bagi Palestina.

"Kalau kita cuma menolak Israel, 'Jangan datang!', habis itu tidur, apa gunanya buat Palestina? Enggak ada gunanya juga," kata Yahya, yang beberapa kali berkunjung ke Israel dan komunitas Yahudi dalam misi damai itu.

"Pertama-tama yang harus diperbuat adalah itu tadi internasionalisme dan multilateralisme dan ini saya kira merupakan mandat dari proklamasi, dari para bapak pendiri bangsa. Kita tidak harus berpikir tentang Indonesia kemudian berpikir parsial dari kepentingan kelompok-kelompok tertentu atau negara-negara tertentu saja di dunia ini," ujar Gus Yahya.