BUKAMATA - Saat ini harga minyak mentah dunia sedang merosot. Harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, khususnya harga BBM subsidi seperti Solar dan RON 90 atau Pertalite, diramalkan bisa turun bulan depan.
Dikutip dari Refinitiv, pada awal pekan ini harga minyak, terus merosot mendekati level US$ 70 per barel atau hampir kembali ke level sebelum perang Rusia dan Ukraina.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun buka suara terkait turunnya harga minyak mentah dunia tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan turunnya harga minyak mentah dunia itu tidak serta merta bisa menurunkan harga BBM di dalam negeri.
Saat ini, kata dia, harga minyak mentah memang dalam kondisi turun, tetapi masih pada level US$ 70 per barel.
"Sementara ini kalau (turunnya) sampai US$ 70 kami hitung masih belum (belum turun harga BBM). Jadi mulai US$ 65, harga minyak US$ 65 per barel nanti kita lakukan adjustment ya, kan sekarang US$ 73 berapa itu masih formula yang kita sampaikan di balik harga batas harga JBKP masih," jelas Tutuka, dikutip Rabu (22/3/2023).
Tutuka menjelaskan belum bisa menyampaikan apakah harga BBM Pertalite atau subsidi di Tanah Air bisa mengalami penurunan. Namun, pihaknya masih melakukan perhitungan dan antisipasi atas turunnya harga minyak mentah dunia ini.
"Tapi kalau kami menduga itu sekitar harga minyak US$ 65 per barel itu kita mesti menyesuaikan itu," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Polisi Awasi Pendistribusian BBM Subsidi di Jeneponto
-
Dinas ESDM Sulsel Klaim Ketersediaan BBM Bersubsidi dan Elpiji 3 Kg Jelang Lebaran Idulfitri
-
Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Energi Subsidi, Polda: Dibutuhkan Kerjasama Semua Pihak
-
Konflik Israel-Hamas Kerek Harga Minyak Dunia, Indonesia Berpotensi Terdampak
-
Kurangi Produksi Minyak, Langkah Balas Dendam Rusia?