Redaksi : Jumat, 17 Maret 2023 14:55

BUKAMATA - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno membantah anggapan bahwa pihaknya menunggu instruksi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menentukan calon presiden dan calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Menurut Eddy, penentuan capres dan cawapres KIB mutlak urusan internal dari Partai Golkar, PAN dan PPP.

"Saya bisa langsung koreksi anggapan tersebut bahwa keputusan internal pengusungan capres atau cawapres PAN dan juga partai lain sepenuhnya di tangan pimpinan partai," kata Eddy kepada wartawan, Jumat (17/3/2023).

Karena pada akhirnya nanti penentuan siapa capres dari KIB, akan didiskusikan oleh ketiga ketua umum. Hanya saja memang KIB enggan buru-buru.

"Jadi ini bagian dari strategi politik KIB," kata Eddy.

Strategi politik untuk menentukan capres dan cawapres ini berdasarkan sejarah pada Pilpres sebelumnya. Di mana penentuan pengusungan capres dan cawapres kerap dilakukan pada akhir waktu.

KIB ogah latah mengikuti jejak partai politik lain yang sudah lebih dulu menentukan mendukung tokog tertenu sebagai calon presiden.

"Bahwa parpol sudah umumkan capres atau cawapres bukan berarti KIB ketinggalan kereta, harus buru-buru nyatakan kandidat," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/3/2023).