BUKAMATA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut sekitar dua juta warga Indonesia masih memilih pergi berobat ke luar negeri. Tujuan berobatnya mulai dari negara Malaysia, Singapura hingga Amerika.
Jokowi menyebut Rp165 triliun devisa Indonesia hilang karena masyarakat lebih memilih berobat ke luar negeri. Berdasarkan data yang diterima hampir dua juta masyarakat memilih berobat ke luar negeri.
"Satu juta, kurang lebih satu juta ke Malaysia, kurang lebih 750 ribu ke Singapura, dan sisanya ke Jepang, ke Amerika, ke Jerman, dan lain-lain, mau kita terus-teruskan?" kata Jokowi saat meresmikan Mayapada Hospital Bandung, Senin (6/3).
Presiden menegaskan, kondisi itu tak bisa dibiarkan terus terjadi. Sebab ada aliran modal (capital outflow) yang keluar negeri terus-menerus.
"Mau kita terus-teruskan? Rp 165 triliun devisa kita hilang gara-gara itu. Karena ada modal keluar. Capital outflow," ungkap Jokowi. Oleh karenanya, Presiden sangat mendukung pembangunan rumah sakit-rumah sakit seperti Rumah Sakit Mayapada.
Sebelumnya, keluhan Jokowi soal masih banyaknya masyarakat yang berobat ke luar negeri juga pernah disampikan saat berkunjung ke Kalimantan Barat pada Agustus 2022. Saat itu, Jokowi mengaku sedih melihat masyarakat yang sakit, namun berobat ke luar negeri
"Saya tuh paling sedih kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit kemudian perginya ke luar negeri, ke Malaysia, ke Singapura, ada yang ke Jepang, ada yang ke Amerika," ujar Jokowi.
Jokowi menjelaskan, aliran uang masyarakat untuk berobat ke luar negeri mencapai Rp110 triliun. Salah satu daerah yang warganya sering berobat ke rumah sakit luar negeri dibandingkan dalama negeri adalah Kalimantan Barat.
BERITA TERKAIT
-
Ini Target Jokowi untuk PSI di Pemilu 2029
-
Hadir di Rakernas PSI, Jokowi Sebut Hanya Sebagai Motivator
-
Sekjen PSI Sebut Ada Pihak Sebar Hoaks untuk Adu Domba Prabowo, Gibran, dan Jokowi
-
Grace Natalie Pernah Nangis-nangis Rayu Jokowi Kembali ke PSI
-
Projo Sebut Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Cuma Isu Murahan