Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 16 Februari 2023 20:05

Focus Group Discussion (FGD) moderasi beragama dalam lingkup pendidikan madrasah, di Sultan Alauddin Hotel dan Convention, Makassar.
Focus Group Discussion (FGD) moderasi beragama dalam lingkup pendidikan madrasah, di Sultan Alauddin Hotel dan Convention, Makassar.

Penmad Kanwil Kemenag Sulsel Gelar FGD Moderasi Beragama

Akselerasi penguatan moderasi beragama menjadi keniscayaan yang harus berjalan massif di lingkungan madrasah di Sulsel.

MAKASSAR, BUKAMATA - Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulsel menggelar Focus Group Discussion (FGD) moderasi beragama dalam lingkup pendidikan madrasah, di Sultan Alauddin Hotel dan Convention, Makassar.

Kegiatan tersebut diikuti Guru, Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah, Kasi Penmad, sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, juga diikuti Katim dan JFU di Penmad Kanwil Sulsel serta Pokja Moderasi Beragama Kanwil Agama Sulsel.

Agenda dibuka Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni. Ia menyampaikan sejumlah konsepsi moderasi beragama yang merupakan dasar kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"ASN Kementerian yang membawa nama agama ini harus mampu menjadi teladan moral, mendorong moderasi beragama, integritas, nilai-nilai moralitas dan humanitas," katanya, Kamis, 16 Februari 2023.

Kepala Bidang Penmad Kanwil Agama Sulsel, Muhammad Tonang, menyampaikan, poin dalam Rakernas Kemenag RI tahun 2023 mencanangkan 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Untuk itu, gaung tahun kerukunan harus dimassifkan dalam hal ini penguatan moderasi beragama.

"Kegiatan ini bagian dari amanah hasil Rakernas Kemenag 2023, dimana dalam menghadapi tahun ini akan sangat dinamis. Tentu menjadi perhatian Kemenag, tahun 2023 ditetapkan sebagai tahun kerukunan umat beragama," jelasnya.

Ia menjelaskan, akselerasi penguatan moderasi beragama menjadi keniscayaan yang harus berjalan massif di lingkungan madrasah di Sulsel.

"Tugas kita mendorong memperteguh komitmen kebangsaan, semangat moderasi beragama senantiasa digeloraka untuk kuatkan komitmen beragama yang rukun dan damai, rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan berbangsa bagi seluruh warga negara tercinta Indonesia," imbuhnya.

Kegiatan ini sendiri dikuti 28 peserta dengan masa FGD selama tiga hari. Di akhir kegiatan akan melahirkan modul panduan moderasi beragama di lingkungan madrasah, dan sejumlah tindak lanjut untuk pengembangan implementasi moderasi di lingkungan madrasah. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kemenag Sulsel #Khaeroni #Moderasi beragama