Redaksi
Redaksi

Senin, 16 Januari 2023 19:15

Kronologi Bentrokan Maut Morowali Menewaskan Dua Orang Pekerja

Kronologi bentrokan berawal dari unjuk rasa Serikat Pekerja Nasional (SPN) di PT GNI, Sabtu (14/1), pukul 06.00 WIB, yang bertempat di dua lokasi, yakni Pos 4 dan Pos 5 di perusahaan tersebut.

Kronologi Bentrokan Maut Morowali Menewaskan Dua Orang Pekerja

Situasi keamanan di area maupun sekitar industri pengelolaan nikel PT Gunbuster Nickle Industry (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, sudah kondusif pascabentrok berujung maut.

BUKAMATA – Kerusuhan terjadi di pabrik smelter Nikel milik PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng) Sabtu (14/1) malam. PT GNI merupakan salah satu bagian dari proyek strategis nasional di bidang hilirisasi mineral dan batu bara yang menginvestasikan dana sekitar tiga miliar dolar AS atau sekitar Rp40 triliun untuk membangun smelter pengolahan nikel menjadi feronikel dan berbagai produk barang jadi berbahan baku nikel.

Kronologi bentrokan berawal dari unjuk rasa Serikat Pekerja Nasional (SPN) di PT GNI, Sabtu (14/1), pukul 06.00 WIB, yang bertempat di dua lokasi, yakni Pos 4 dan Pos 5 di perusahaan tersebut.

Aksi unjuk rasa merupakan reaksi karena tidak tercapainya kesepakatan antara pihak SPN dengan pihak perusahaan PT GNI dalam pertemuan dengan Disnaker Kabupaten Morowali Utara pada Jumat (13/1).

Unjuk rasa oleh SPN PT GNI tersebut menyebabkan terjadinya kemacetan sekitar akses perusahaan karena 300 karyawan PT GNI melakukan mogok kerja. Dalam aksi tersebut para pekerja menyampaikan delapan tuntutan terkait kesejahteraan dan keselamatan para pekerja.

Tuntutan itu antara lain perusahaan wajib menerapkan prosedur K3 sesuai perundang-undangan, pemberian alat pelindung diri (APD) lengkap kepada pekerja, menghentikan pemotongan upah yang sifatnya tidak jelas, dan menghentikan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) untuk pekerjaan yang bersifat tetap.

Selain itu, massa aksi juga menuntut perusahaan mempekerjakan kembali anggota SPN yang kontraknya diputus akibat mogok kerja serta meminta kejelasan hak untuk keluarga Almarhum Made dan Almarhum Nirwana Selle. Terkait tuntutan tersebut, PT GNI menanggapi dengan membuat surat pemberitahuan mogok kerja dan menyetujui tujuh dari delapan tuntutan yang diajukan karyawan.

Komandan Kodim Morowali dan Morowali Utara Letkol Infanteri Constantinus Rusmanto memastikan situasi keamanan di area maupun sekitar industri pengelolaan nikel PT Gunbuster Nickle Industry (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, sudah kondusif pascabentrok berujung maut.

"Suasana sudah kondusif. Mari kita sebarkan ini kepada masyarakat supaya jangan ada lagi yang takut dan berencana meninggalkan tempat bekerja sehingga GNI segera bisa beroperasi kembali," kata Constantinus saat pertemuan bersama pemda dan tokoh masyarakat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara Musda Guntur di Kolonodale, Senin (16/1).

Mengenai upaya pemulihan, kata Constantinus, hal yang paling penting adalah bantuan dari camat dan kepala desa untuk mengimbau warga, tokoh-tokoh masyarakat, serta pendatang di wilayah masing-masing agar tidak terpancing dengan isu-isu negatif yang masih terus beredar.

Dia pun menyebut bentrok maut pada Sabtu lalu itu mulanya adalah aksi damai pekerja, namun ditunggangi kepentingan lain yang berupaya membuat konflik  SARA.

"Ini sebenarnya aksi damai dilakukan oleh pekerja, tapi ditunggangi untuk kepentingan lain. Ada upaya membuat konflik SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), baik di dalam Morowali Utara maupun antara tenaga kerja asing (TKA) dan karyawan WNI. Perlu kolaborasi lintas sektor untuk mencegah masalah seperti ini," tutur Constantinus.

"Sebelas ribu karyawan GNI dan pihak vendor dengan tiga ribu karyawan terpaksa menghentikan aktivitas mereka akibat kejadian ini. Kami juga siap mendukung langkah Polri menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Terpisah, Mabes Polri menyatakan kepolisian tetap mengupayakan dialog antara para pihak terkait untuk membuat suasana kondusif di Morowali.enin.Upaya dialog tersebut menghadirkan berbagai pihak terlibat, seperti dari serikat buruh dan perusahaan.

"Saat ini situasi berangsur-angsur kondusif," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Didik Supratono menyebutkan ada dua korban meninggal dunia dalam bentrokan tersebut, yakni seorang pekerja asal Indonesia dan seorang pekerja asing.

"Korban meninggal dunia dua orang; satu tenaga kerja asing dan satu tenaga kerja Indonesia," kata Didik.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Didik Supranoto menuturkan bahwa dua pekerja yang tewas berasal dari China dan Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

"XU, 31 tahun warga negara China dan MS 20 tahun, berasal dari Parepare," kata Didik kepada Senin (16/1).

Sementara ini, kata Didik pihaknya juga telah menetapkan sebanyak 17 orang sebagai tersangka dalam peristiwa kerusuhan tersebut.

"33 orang sudah diperiksa dan 16 orang wajib lapor. Sisanya masih dalam pemeriksaan," jelasnya.

Meski demikian, kata Didik pasca kejadian bentrokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan sejumlah kendaraan serta mes karyawan yang dibakar situasi di lokasi kejadian sudah berangsur-angsur pulih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Morowali Utara #bentrokan #tambang

Berita Populer