Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Rabu, 04 Januari 2023 20:22

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUM) Kepulauan Selayar, melakukan sidak ke sejumlah agen, pangkalan, hingga pengecer gas elpiji.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUM) Kepulauan Selayar, melakukan sidak ke sejumlah agen, pangkalan, hingga pengecer gas elpiji.

Gas Elpiji Langka, Disperindag KUM dan Satpol PP Sidak ke Agen Hingga Pengecer

Ada empat kapal yang memuat ribuan tabung gas yang sedianya akan didistribusikan ke Selayar, tertahan sejak empat hari lalu karena izin layar yang belum keluar akibat cuaca buruk.

SELAYAR, BUKAMATA - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUM) Kepulauan Selayar, melakukan sidak ke sejumlah agen, pangkalan, hingga pengecer gas elpiji. Sidak ini menyikapi keluhan masyarakat atas kelangkaan gas elpiji, khususnya tabung melon.

Kadisperindag KUM Selayar, Andi Abdur Rahman, mengatakan, pihaknya secara tugas pokok dan fungsinya rutin melakukan pengawasan terkait dengan ketersedian dan harga barang yang ada di pasaran.

"Dan hari ini bersama stakeholder terkait turun melakukan pemantauan sehubungan dengan beberapa hari ini terjadi kelangkaan gas, khususnya gas elpiji tiga kilogram," ungkapnya, Rabu, 4 Januari 2023.

Ia mengakui, di masyarakat saat ini memang terjadi kelangkaan gas dan ada kenaikan harga akibat pendistribusian yang terlambat karena faktor cuaca.

"Harga normalnya di pengecer sebesar Rp 24.000 sampai Rp 25.000 per tabung, namun atas kondisi yang ada, dimanfaatkan oleh beberapa oknum pengecer di lapangan," jelasnya.

Dalam sidaknya, Kadisperindag tak henti-hentinya memberikan pembinaan dan imbauan kepada para agen, pangkalan maupun pengecer, agar dalam situasi cuaca ekstrem seperti sekarang ini tidak melakukan permainan harga, bahkan melakukan penimbunan.

"Gas adalah kebutuhan pokok masyarakat, maka sangat ditegaskan pendistribusian tabung gas lebih mementingkan kebutuhan komsumsi masyarakat," tegasnya.

Disamping itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik sehingga melakukan pembelian berlebihan. Pemda akan terus berupaya mengatasi kelangkaan atas ketersediaan gas elpiji.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda, Rahman Made, menjelaskan, giat ini adalah bagian dari upaya konkrit yang dilakukan untuk mengurai kondisi kelangkaan yang terjadi saat ini. Pada sidak ini ditemukan salah satu oknum pangecer menjual tabung gas elpiji 3 Kg seharga Rp 35.000 pertabung, sehingga langsung diberikan teguran dan pembinaan.

"Ini menyalahi regulasi, yang bersangkutan juga akan kami berikan surat pemanggilan resmi untuk dimintai keterangan," ungkap Rahman Made.

Senada dengan Kadisperindag, Rahman Made pun mengingatkan pangkalan untuk tidak menjual dengan harga yang tidak wajar ditengah situasi dan kondisi cuaca buruk seperti ini. Diungkapkan pula, jika ada empat kapal yang memuat ribuan tabung gas yang sedianya akan didistribusikan ke Selayar, tertahan sejak empat hari lalu karena izin layar yang belum keluar akibat cuaca buruk.

"Semoga hari ini dan besok sudah ada kepastian berlayar," harapnya.

Hal serupa disampaikan sejumlah agen dan pangkalan saat dilakukan sidak. Mereka mengaku sudah empat hari tidak menerima pasokan dari Bulukumba. Dan terpantau, memang gudang-gudang mereka hanya berisi tabung kosong. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Selayar #Gas elpiji langka #Sidak pasar