Hikmah
Hikmah

Minggu, 25 Desember 2022 12:04

Gara-gara Perang Rusia -Ukraina Pengusaha Batubara Ini Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Gara-gara Perang Rusia -Ukraina Pengusaha Batubara Ini Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Akibat kinerja dan kapitalisasi pasar perusahaannya yang moncer, kini Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia, menggeser posis Budi Hartono dan Michael Hartono (Duo Hartono), pendiri Grup Djarum.

BUKAMATA - Perang Rusia dan Ukraina menjadi berkah bagi Pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong. Bagaimana tidak, permintaan batubara dari negara-negara Eropa yang memberikan sanksi terhadap Rusia dengan mengurangi penggunaan gas membuat kinerja perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara ini melonjak. 

Akibat kinerja dan kapitalisasi pasar perusahaannya yang moncer, kini Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia, menggeser posis Budi Hartono dan Michael Hartono (Duo Hartono), pendiri Grup Djarum.

Kekayaan Low Tuck Kwong, asal Singapura yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut berdasarkan real-time billionaires list di Forbes, Sabtu malam (24/12/2022), mencapai USD 25,2 miliar (Rp 392 triliun) dan membawanya memuncaki posisi orang terkaya di Indonesia. 

Sedangkan kekayaan Budi Hartono sebesar USD 22,2 miliar (Rp 346 triliun) turun ke peringkat 2. Sementara itu , Michael Hartono turun ke peringkat 3 dengan kekayaan senilai USD 21,3 miliar (Rp 332 triliun).

Melesatnya kekayaan Low Tuck Kwong seiring lonjakan permintaan batubara dan nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham Bayan Resources (BYAN) di Bursa Efek Indonesia sejalan tren kenaikan harga batu bara.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/12/2022), Bayan Resources berada di peringkat 3 dalam jajaran emiten berkapitalisasi pasar saham terbesar. Nilai market cap Bayan Resources mencapai Rp 619 triliun.

Bayan Resources melampaui PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang memiliki market cap sebesar Rp 459 triliun atau di peringkat 4. Adapun PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berada di peringkat 5 dengan market cap sebesar Rp 374 triliun.

Diketahui, pasca permintaan batubara dari negara-negara,eropa seperti Jerman meningkat, kinerja Bayan Resources yang memiliki 30 anak usaha, dalam sembilan bulan terakhir melesat. Emiten berkode saham BYAN ini mengantongi pendapatan mencapai USD 3,3 miliar. 

Pendapatan ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 1,74 miliar. Perusahaan juga berhasil membukukan laba mencapai USD 1,7 miliar. Kenaikan ini dua kali lipat dibandingkan sepanjang sembilan bulan pertama 2021.

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Orang terkaya Indonesia #Perang rusia-ukraina

Berita Populer