Demonstrasi di Depan Pengadilan, Warga Barabaraya : Tidak Ada Pembangunan Seharga Nyawa Manusia
"Tidak ada pembangunan seharga nyawa manusia. Penggusuran paksa adalah pelanggaran HAM." demikian dalam pernyataan sikap warga Barabaraya
MAKASSAR, BUKAMATA - Ratusan warga melakukan unjuk rasa di depan pengadilan negeri makassar pada hari ini (20/12/2022). Mereka membawa spanduk bertulis Barabaraya tergusur Makassar lautan api.
Para demonstran menyebut akan mengawal proses hukum yang tengah berjalan. Perlawanan pihak ketiga (Derden Verzet) adalah proses hukum yang saat ini warga Barabaraya tempuh.
"Kami telah tinggal puluhan tahun. Kami pemilik sah tanah." Demikian tutur salah-satu warga yang berorasi.
Para demonstran menyatakan sikap serta menuntut kepada ketua pengadilan negeri makassar di antaranya menolak upaya eksekusi paksa terhadap warga Barabaraya, Tetap tunduk terhadap proses hukum yang sedang berlangsung, dan menuntut Mahkamah Agung untuk mengeksaminasi ulang putusan melalui mekanisme internal MA;
"Tidak ada pembangunan seharga nyawa manusia. Penggusuran paksa adalah pelanggaran HAM." demikian dalam pernyataan sikap warga Barabaraya.
Selama berjalannya proses hukum, warga Barabaraya agar tidak pengeksekusian yang dilakukan oleh pemerintah khususnya Pengadilan Negeri Makasssar. Hal ini mereka harapkan karena proses hukum tengah berlangsung.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
