Pemkab Maros Ajukan Raperda Tata Ruang, DPRD Rancang 3 Raperda Inisiatif
Tata ruang wilayah meliputi sistem transportasi hingga penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan. Ada juga soal kawasan kehutanan, hingga mengenai batas wilayah Maros-Makassar, Maros-Gowa, Maros-Pangkep, dan Maros-Bone.
MAROS, BUKMATA - Pemkab Maros menyerahkan rancangan peraturan daerah (raperda) tata ruang wilayah Kabupaten Maros 2022-2024, Senin, 19 Desember 2022, di Ruang Rapat Utama DPRD Maros.
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Patarai Amir. Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari mewakili Pemerintah Kabupaten Maros mengatakan, raperda ini sangat penting mengingat letak strategis Maros sebagai penyangga ibu kota provinsi.
Tata ruang wilayah meliputi sistem transportasi hingga penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan. Ada juga soal kawasan kehutanan, hingga mengenai batas wilayah Maros-Makassar, Maros-Gowa, Maros-Pangkep, dan Maros-Bone.
Sementara itu, pada momentum yang sama, DPRD Maros menyerahkan tiga raperda inisiatif.
Sekretaris DPRD Maros, Eldrin Saleh Nuhung mengatakan, raperda-nya ada mengenai administrasi kependudukan, tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahan, serta kelembagaan pengelolaan sumber daya air pertanian.
“Tahapan selanjutnya adalah mendengar pandangan eksekutif, baru kemudian akan dibahas,” tutur Eldrin.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Wabup Minta Kades Sewa Bus Bawa Warganya ke Museum Daerah
MAROS, BUKAMATA - Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari melakukan sosialisasi Museum Daerah kepada masyarakat Desa Bonto Bahari, Kamis, 15 Desember 2022.
Sosialisasi Museum Daerah juga telah dilakukan di 13 desa lainnya. “Dalam minggu ini, Pamkab Maros melakukan sosialisasi sedikitnya di 14 desa di 8 kecamatan,” ujar Suhartina.
Setelah melakukan sosialisasi di 14 desa, Suhartina menilai hampir sebagian besar masyarakat tidak mengetahui keberadaan Museum Daerah yang terletak di Jl Ahmad Yani, Kecamatan Turikale itu.
“Di Desa Bonto Bahari ini, bahkan tidak ada satu pun yang tahu jika ada museum daerah. Makanya kita lakukan sosialisasi kepada warga kita sendiri, jangan sampai masyarakat luar lebih tahu daripada kita,” katanya.
Ia meminta Kepala Desa Bonto Bahari untuk membawa masyarakatnya melihat langsung museum tersebut.
“Paling tidak, setelah mendengar teori mengenai museum daerah, masyarakat bisa melihat langsung, saya sudah perintahkan Pak Desa dan juga camat untuk menyewa bus untuk masyarakat ke sana,” tuturnya.
Museum Daerah mulai diperkenalkan pada 2016.
Di sana ada bukti sejarah, replika kerangka manusia tertua yang berusia ribuan tahun, hingga alat pertanian zaman dahulu.
Suhartina tak ingin museum hanya identik sebagai tempat kunjungan anak sekolah. Warga dewasa pun perlu datang. Sosialisasi ke seluruh desa jadi targetnya.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
