Waspada! 5 Jenis Makanan Ini Bisa Percepat Kerusakan Fungsi Ginjal
14 Mei 2026 21:23
Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Dharma Negara, mengatakan, ketujuh pelaku ada yang berperan dengan berkomunikasi dengan korban, hingga ada yang mencari korban di media sosial.
MAKASSAR,BUKAMATA - Polisi mengungkap peran dari tujuh pelaku pembobol saldo rekening senilai Rp19 juta, milik salah satu sekolah di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Dharma Negara, mengatakan, ketujuh pelaku ada yang berperan dengan berkomunikasi dengan korban, hingga ada yang mencari korban di media sosial.
"Pelaku KA mengakui dan membenerkan bahwa dia yang menghubungi korban melalui Whatsapp. Lalu AI mengakui berperan sebagai penarikan uang di ATM," katanya, Sabtu (17/12/2022).
"Kemudian AR, RE, dan YS berperan mencari korban di media sosial, AM mengaku hanya meminjamkan berupa Kartu ATM kepada KA, dan AH mengakui dirinya hanya meminjamkan kartu ATM kepada KA," sambung Dharma.
Atas perbuatannya, korban mengalami kerugian Rp19 juta. Mereka pun kini ditahan di Mapolda Sulsel.
Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap pelaku pembobolan saldo rekening milik sebuah sekolah di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku membobol saldo rekening sekolah itu senilai Rp19 juta.
Awalnya, korban membuka donasi untuk pembangunan sekolah di Pangkep melalui sosial media. Dari postingan itu, KA pun merespons postingan korban, dan mengaku telah mengirimkan sejumlah uang ke rekening korban, Kamis (15/12/2022).
"Pelaku mengatakan dia sudah transfer di open donasi sebesar Rp500 ribu. Setelah itu pelaku mengatakan bahwa uang yang di transfer katanya kelebihan dan menyuruh korban untuk mengembalikan sebesar Rp300 ribu," jelas Dharma.
Perkataan KA terasa janggal di benak korban. Dia tidak percaya bahwa uang yang dimaksud pelaku ada kelebihan. Singkat cerita, saldo rekening korban untuk pembangunan sekolah itu lenyap.
"Korban tidak percaya bahwa pelaku tersebut mengirimkan uang di nomor rekening tersebut. Tidak lama kemudian uang open donasi dan uang simpanan di nomor rekening korban tiba tiba hilang akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp19.400.000," ungkapnya.
Korban pun melaporkan ini ke polisi. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, tujuh pelaku pun ditangkap dalam sebuah indekos di Parepare, Kamis 15 Desember.
Hasil interogasi ketujuh pelaku, mereka mengakui telah membobol saldo rekening korban dengan cara membagi tugas.
"Saat kami amankan, mereka mengaku bahwa saat beraksi, mereka membagi tugas. Ada yang berkomunikasi dengan korban mencari korban, menarik hingga meminjamkan ATM saat beraksi," ungkap Dharma.
Saat ini ketujuh pelaku dan barang bukti dibawa ke Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
14 Mei 2026 12:54
14 Mei 2026 14:09
14 Mei 2026 10:59
14 Mei 2026 12:47