Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Sorowako memang dikenal sebagai wilayah tambang sejak kehadiran PT Vale Indonesia pada 54 tahun silam. Meski menjadi Kota Tambang, Sorowako tampak terawat dan terjaga.
LUTIM, BUKAMATA – Di balik kejauhan, sekitar 10 kilometer dari pusat penambangan, tampak beberapa pekerja melaksanakan tugas dengan bijak. Terdengar suara tanah yang perlahan terkikis demi mendapatkan kekayaan alam berupa nikel yang melimpah.
Beberapa pundak gunung juga sudah nampak tandus. Namun di antaranya telah ditumbuhi pohon yang rindang. Di balik gunung, kilau danau memancarkan cahaya bersamaan dengan terik mentari pukul 02.00 siang waktu Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Sorowako memang dikenal sebagai wilayah tambang sejak kehadiran PT Vale Indonesia pada 54 tahun silam. Meski menjadi Kota Tambang, Sorowako tetap terawat. Tak sedikit pun kerusakan alam yang nampak di wilayah berjuluk Bumi Batara Guru itu.
Justru sebaliknya, alam sekitar Luwu Timur, khususnya Sorowako menjadi perhatian sejumlah pihak. Tak hanya masyarakat di Sulawesi Selatan, tapi juga pihak pemerintah seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Menurut Kemenparekraf, aktivitas tambang yang dilakukan PT Vale Indonesia berjalan harmonis dan seirama dengan kondisi alam yang sangat terawat di Sorowako.

"Kalau yang saya tahu industri tambang di sini sudah beroperasi 54 tahun. Tapi danaunya masih sangat terawat, tak ada limbah yang nampak. Airnya juga masih sangat bening. Ini bukti pengolahan lingkungannya baik,"ungkap Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat berkunjung ke Sorowako beberapa waktu lalu.
Menurut Indra, biasanya tambang dan industri pariwisata selalu bertentangan. Namun, di Sorowako berbeda, aktivitas tambang dan pariwisatanya berjalan beriringan, sehingga membuat daerah tersebut maju dan terawat.
"Ini bukti adanya komitmen dari perusahaan tambang tersebut (PT Vale), untuk tetap menjaga alam selama masa aktivitas tambang yang mereka lakukan,"ungkapnya.
PT Vale Indonesia Komitmen Merawat dan Menjaga Alam
Head of Communication PT Vale Indonesia, Bayu Aji dalam kegiatan Media Meet Up di Aryaduta Hotel, Jumat (4/11/2022) menjelaskan, bahwa PT Vale Indonesia sangat memerhatikan lingkungan di sekitar area pertambangan.
Dalam menjalankan aktivitas tambang, PT Vale menerapkan beberapa sistem yang mampu meminimalisir kerusakan lingkungan.
"Karena kami tak hanya mencari keuntungan, tapi juga komitmen menjaga lingkungan,"ungkapnya.
Komitmen ini dilakukan perseroan tersebut dengan menjalankan sejumlah program, diantaranya pengelolaan limbah pabrik yang tidak langsung terbuang ke area Danau Matano.
"Jadi sebelum limbah masuk ke danau, kami kelolah lebih dulu agar tak merusak lingkungan. Pada pengelolaan ini kami punya alat mirip PDAM, sehingga limbah yang masuk sudah setara dengan jenis air layak minum,"kata dia.
Selain pengelolaan limbah dan air danau, PT Vale juga melakukan pengelolaan debu-debu pertambangan agar tak merusak udara di sekitar Luwu Timur.
"Jadi debu tambang akan ditampung dulu, sehingga yang masuk ke udara wilayah pertambangan akan sangat minim. Inilah yang membuat Luwu Timur, khususnya Sorowako tetap asri dan terawat di tengah wilayah pertambangan yang sudah beroperasi 54 tahun ini,"jelas Bayu.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 14:50