Hikmah
Hikmah

Sabtu, 05 November 2022 19:50

Takut Bantuan Senjatanya Direbut Rusia, AS Kirim Tentara Pentagon Ke Ukraina

Takut Bantuan Senjatanya Direbut Rusia, AS Kirim Tentara Pentagon Ke Ukraina

Adapun, pemeriksaan serupa sebenarnya telah dilakukan AS terhadap bantuannya sebelum perang. Namun selama berbulan-bulan hal itu terhenti akibat serangan Rusia.

BUKAMATA - Pasukan Amerika Serikat (AS),  dilaporkan telah masuk wilayah Ukraina. Tentara AS itu akan membantu Kyiv melacak senjata dan peralatan bernilai miliaran dolar yang sebelumnya dikirim Washington.

Berdasarkan laporan Media NBC yang mengutip seorang pejabat senior kementerian pertahanan dan militer, Atase pertahanan AS untuk Ukraina, Brigadir Jenderal Garrick Harmon, memimpin inspeksi dengan bantuan kedutaan besar di sana.

Adapun, pemeriksaan serupa sebenarnya telah dilakukan AS terhadap bantuannya sebelum perang. Namun selama berbulan-bulan hal itu terhenti akibat serangan Rusia.

"Ada beberapa inspeksi," menurut pejabat senior pertahanan, dikutip Sabtu (5/11/2022).

Meski begitu, belum diketahui seberapa banyak anggota militer AS yang terjun ke Ukraina. Hanya saja, mereka diyakini merupakan pasukan yang dikirim 14 Februari ke Ukraina, 10 hari sebelum invasi Rusia.

Media yang sama juga mengungkap kehadiran tentara AS tak lepas dari klaim partai oposisi pemerintah, Republik. Para senatornya menyebut ada laporan senjata AS berakhir di pasar gelap.

Hal ini kemudian dibalas Presiden AS Joe Biden dengan memerintahkan Pentagon untuk mengawasi lebih dekat bantuan yang telah dikirimnya.

"AS belum melihat bukti senjata dialihkan ke pasar gelap atau digunakan untuk apa pun selain tujuan aslinya," tambah pejabat pertahanan itu lagi dikutip dari CNBC Indonesia 

"Tetapi Pentagon dan Departemen Luar Negeri tetap menyadari risiko tersebut dan mengambil upaya untuk mencegahnya," ujarnya.

Muncul pula beberapa kekhawatiran bahwa senjata itu akan jatuh ke tangan Rusia. Karenanya militer AS diharapkan bisa bertindak cepat.

"Rusia mungkin juga akan menggunakan senjata ini untuk mengembangkan tindakan balasan, propaganda, atau untuk melakukan operasi bendera palsu," katanya mengutip dokumen Departemen Luar Negeri.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Perang rusia-ukraina #tentara as