Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Presiden Volodymyr Zelensky sebelumnya memperkirakan bahwa 30% pembangkit listrik Ukraina telah rusak atau hancur. Namun angkanya sekarang diprediksi lebih besar.
BUKAMATA - Serangan Rusia ke instalasi energi Ukraina membuat Ibu Kota Ukraina, Kyiv, terancam diselimuti kegelapan dalam jangka waktu lama. Pasokan listrik ke Kyiv dipastikan terhambat akibat serangan fatal tersebut.
Pemasok energi lokal, Yasno, memperingatkan bahwa pemadaman yang ada bisa berlangsung lebih lama dari jadwal pemadaman empat jam yang direncanakan sebelumnya. Badan itu menyebut ibu kota itu sudah menghadapi defisit listrik sekitar 30% atau lebih.
Dalam pembaruannya, Yasno mengatakan Kyiv biasanya mengkonsumsi listrik 1.000-2.000 Mega Watt (MW). Namun sekarang perkiraan daya yang tersedia adalah 600-800 MW.
"Peringatan bahwa kehancuran kilat telah serius. Kami mengalami penurunan tajam dari situasi pasokan energi," tulis lembaga itu dikutip The Guardian, Jumat (28/10/2022).
Hal serupa juga disebutkan oleh Gubernur wilayah Kyiv, Oleksiy Kuleba. Dikutip dari CNBC Indonesia, Kubela memaparkan Kyiv menjadi korban serangan Rusia terhadap jaringan nasional Ukraina dan sejumlah fasilitas penting telah dinonaktifkan.
Rusia telah membawa sistem kelistrikan Ukraina ke krisis dalam waktu kurang dari dua minggu dengan mengalihkan fokus serangan rudal dan drone ke pembangkit listrik dan jaringan distribusi.
Presiden Volodymyr Zelensky sebelumnya memperkirakan bahwa 30% pembangkit listrik Ukraina telah rusak atau hancur. Namun angkanya sekarang diprediksi lebih besar.
Pasokan gas dan air juga menjadi sasaran dalam serangkaian serangan yang dimulai pada 10 Oktober itu. Serangan menyebabkan gangguan yang dalam beberapa kasus akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.
"Konsumsi energi sekarang dibutuhkan oleh semua orang Ukraina. Silakan pilih skema Anda sendiri untuk membatasi konsumsi listrik sementara ada kekurangan di sistem tenaga umum," tambah Presiden.
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33