Suhartina Pastikan Kopi Mallawa Tembus Pasar Luar Negeri Sebelum 31 Desember 2022
Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari mengatakan, bimtek ini melibatkan perusahaan produsen kopi yang fokus memasarkan kopi lokal, Javanero Indonesia.
MAROS, BUKMATA - Puluhan petani kopi dari berbagai desa di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, mengikuti Bimtek dan Pelatihan Budidaya Kopi, Rabu, 26 Oktober 2022.
Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari mengatakan, bimtek ini melibatkan perusahaan produsen kopi yang fokus memasarkan kopi lokal, Javanero Indonesia.
“Kita ketahui Javanero merupakan spesialis kopi, semua kopi yang dipegang sukses go international. Kami berharap kopi Mallawa juga demikian,” katanya.
Pihak Javanero pun memperlihatkan kopi Mallawa dengan kemasan dan cita saya yang sudah diproses dengan sangat baik.
“Hingga 31 Desember nanti, saya pastikan, meski satu biji kopi Mallawa, sudah ada di luar Indonesia. Hari ini kami sudah lihat kopi Mallawa yang sudah di-packing dan diproses dengan baik. Kami semakin yakin,” tuturnya.
Untuk pengembangan kopi Mallawa ini, kata dia, pihaknya menyediakan anggaran senilai Rp1 miliar dan lahan seluas 150 hektare.
Suhartina secara pribadi juga akan mendirikan kafe di Kecamatan Turikale untuk membantu promosi kopi Mallawa ini.
“Nama cafenya Yellow Cafe dan hanya menyediakan produk kopi Mallawa. Sistemnya kami hanya menyediakan coffee maker kepada pengunjung sehingga mereka bisa membuat kopi sendiri dan gratis sampai akhir tahun,” imbuhnya.
Direktur PT Javanero Indonesia Coffee, Teddy K Somantri menilai kopi Mallawa memiliki potensi untuk dikembangkan ke tingkat internasional. Hanya saja, pengolahan yang dilakukan petani belum maksimal, sehingga cita rasa asli belum terasa.
“Ketika pertama saya mencoba kopi Mallawa, saya mengakui bahwa belum bisa masuk standar internasional. Tapi setelah lihat ke lapangan, potensinya itu ada. Namun mungkin karena belum mendapatkan bimbingan teknis mengenai pengolahan kopi sehingga rasa di kopinya belum kelihatan. Setelah saya mencoba me-roasting-nya sendiri, kelihatannya bisa,” sebutnya.
Makanya, melalui bimtek ini, ia akan membimbing petani selama sebulan untuk mengolah kopi Mallawa sesuai standar.
“Bersama petani kopi, saya mau memetik kopi dan kita proses sesuai standar. Kira-kira di akhir November kita akan punya 10 kilogram dan akan saya bawa langsung ke Eropa untuk dipasarkan,” timpal Teddy.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
