Wakil Rektor UIN, Terlapor Kasus Dugaan Penganiayaan Berakhir Damai
Peristiwa ini terjadi di Kompleks BPD, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Selasa, 13 September 2022 lalu, pukul 07.15 Wita. Belum diketahui kronologi dan motif pasti dalam peristiwa itu.
MAKASSAR, BUKAMATA - Wakil Rektor UIN Alauddin Makassar, Wahyudin Naro, yang sebelumnya dilaporkan oleh seorang orang tua siswa, Libra, dalam kasus dugaan penganiayaan berakhir damai.
Wahyudin dan Libra telah sepakat berdamai dengan menempuh jalur restorative justice. Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS membenarkan itu.
"Iya (damai) itu kan sesuai Perpol Nomor 8 Tahun 2021, kan sudah memenuhi unsur, tidak merugikan jadi kembali ke semula," katanya saat dikonfirmasi, Jumat, 7 Oktober 2022.
Menurut Lando, korban Libra tak ingin memperpanjang masalah ini. Olehnya itu, ia mencabut laporannya dan berdamai dengan Wahyudin.
"Jadi ada perdamaian antara mereka. Korban cabut laporan. Berdamai," jelasnya.
"Dia ikhlas dia maafkan toh. Merasa tidak usah diperpanjang masalah begini karena salah paham," sambung perwira Polri berpangkat tiga balok emas ini.
Atas damainya kedua pihak dan laporan polisi korban Libra dicabut, maka kasus ini ditutup.
"Ya berhenti. Selesai. Ya ditutup. Anggaplah itu keputusan pengadilan demi hukum. Aman semuanya," pungkas Lando.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Wahyudin Naro, dilaporkan ke Polrestabes Makassar dalam kasus dugaan penganiayaan.
Prof Wahyudin diduga menganiaya seorang pria bernama Libra Pria Sembada (40) hingga mengalami luka di pelipis.
"Dia wakil Rektor Dua informasinya di UIN Alauddin Makassar. Teman yang dipukul ini kan itu gagang kacamatanya rusak dan pelipisnya berdarah," kata rekan korban, Rusyidi Muhammad, Rabu (14/9/2022).
Peristiwa ini terjadi di Kompleks BPD, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Selasa (13/9/2022) pukul 07.15 Wita. Belum diketahui kronologi dan motif pasti dalam peristiwa itu.
Dia sendiri mengaku belum tahu soal alasan Wahyudin marah hingga melakukan penganiayaan terhadap rekannya, Libra
"Saya tidak tahu (Prof Wahyudin) marah karena apa. Di situ kan anak-anak ngaji juga," jelasnya.
Dalam peristiwa ini, Prof Wahyudin ke Polrestabes Makassar, dengan nomor laporan STBL/1585/IX/2022/POLDA SULSEL/RESTABES MKSR. (*)
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
