Hikmah
Hikmah

Minggu, 02 Oktober 2022 09:21

Tragedi kanjuruhan
Tragedi kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan Telan 127 nyawa, Dua di Antaranya Anggota Kepolisian

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya

BUKAMATA - Tragedi Kanjuruhan menelan ratusan nyawa. Data resmi pihak kepolisian menyatakan sebanyak 127 orang meninggal akibat kerusuhan di stadion Kanjuruhan, Minggu dini hari (2/10/2022). 

Kejadian yang turut menewaskan 2 orang anggota kepolisian ini disebut akibat terjadinya penumpukan massa sehingga korban kekurangan oksigen. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu menyatakan dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang.

"dua di antaranya adalah anggota Polri, " kata dia

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Menurut Irjen Pol Nico Afinta, awalnya pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antaranya turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Lalu petugas pengamanan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Alasan polisi melakukan penembakan gas air mata tersebut karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Tragedi Kanjuruhan