Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Ridwan Wittiri Tekankan Pemutakhiran Data Bansos
01 Februari 2026 17:46
Bank dunia bahkan mengingatkan perusahaan di Indonesia dan beberapa negara EAP bahwa mereka rentan depresiasi nilai tukar.
BUKAMATA - Kondisi Rupiah yang sedang tidak berdaya di hadapan Dollar membuat Bank Dunia (World Bank) khawatir terhadap keuangan beberapa negara di kawasan Asia Timur dan Fasifik (EAP), termasuk Indonesia.
Bank dunia bahkan mengingatkan perusahaan di Indonesia dan beberapa negara EAP bahwa mereka rentan depresiasi nilai tukar.
Rilis Bank Dunia edisi Oktober 2022 tentang perekonomian Asia Timur dan Pasifik (EAP) mengklasifikasikan perbedaan pinjaman sindikasi dan obligasi dari negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP).
Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pemilik utang swasta dengan porsi mata uang asing tertinggi. Kondisi serupa juga terjadi di Filipina dan Vietnam di mana utang jatuh tempo lebih besar dalam bentuk pinjaman sindikasi dibanding obligasi.
"Setidaknya 60 persen dari utang akan jatuh tempo dalam mata uang asing, sehingga perusahaan-perusahaan di negara tersebut rentan terhadap depresiasi nilai tukar," lanjut laporan tersebut.
Bank Dunia juga menyinggung soal risiko rollover yang bervariasi bagi negara-negara EAP. Volume pinjaman sindikasi dan obligasi jatuh tempo dari sektor non-finansial antara 2022-2023 cukup besar dipikul sejumlah negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
"Sebagai contoh, perusahaan di Malaysia punya utang setara sekitar 8 persen dari PDB yang jatuh tempo antara 2022-2023. Thailand punya rasio utang sekitar 6 persen dari PDB dan di Indonesia hampir 5 persen dari PDB," rinci Bank Dunia.
Meski begitu, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di angka 5,1 persen untuk 2022 dan 2023. Angka tersebut tak berubah dari proyeksi Bank Dunia edisi April 2022.
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46