BUKAMATA – Indonesia mengekspor perdana komoditas singkong beku tujuan negara Curacao, Amerika Utara sebanyak 24 ton atau senilai 150 ribu dolar.
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita mengatakan negara Curacao yang berlokasi di Kepulauan Karibia merupakan pasar baru untuk komoditas singkong beku.
"Kita mengawali ekspor singkong beku sejak tahun 2019 ke negara-negara Eropa, khususnya Belanda," katanya kepada wartawan usai melepas ekspor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dilansir Bukamata dari Antara, Sabtu (24/9/2022).
Tercatat total ekspor singkong beku sepanjang tahun 2019 sebanyak 4.829 ton atau senilai 4,1 juta dolar Amerika Serikat.
"Pada tahun 2021, ekspor singkong beku ke negara-negara di Eropa meningkat 135 persen, yaitu sebanyak 16.529 ton atau senilai 9,7 juta dolar Amerika Serikat," ujarnya.
Kata Reni, Indonesia juga mengekspor produk olahan singkong dalam bentuk lain, seperti keripik singkong, pati ubi kayu dan mokaf.
Menurutnya, pasar ekspor komoditas singkong olahan ke depan akan diperluas ke negara-negara yang masyarakatnya mengonsumsi makanan berbasis karbohidrat. Salah satu sasarannya adalah negara-negara di benua Afrika.
Selain itu, Reni meyakini peluang ekspor ke negara-negara maju pun masih sangat terbuka karena singkong tergolong makanan dengan kandungan nutrisi yang menyehatkan.
“Untuk sasaran perluasan pasar ekspor, kita kan melihat pola konsumsi di negara-negara yang hampir mirip dengan di Indonesia, misalnya Afrika. Terus singkong itu kan juga sehat. Kalau untuk klaim makanan yang sehat, pasti negara-negara maju akan mulai meliriknya," ucapnya.
BERITA TERKAIT
-
Mulai Besok, 12 Negara Ini Dilarang Masuk Amerika
-
Industri Ekspor Tertekan Tarif AS: Penguatan Ekonomi Domestik Bukan Lagi Pilihan Tapi Keharusan
-
Perkuat Pertahanan, Trump Pangkas Anggaran Rp 2.684 Triliun
-
Lawan Tarif Trump, Indonesia Akan Alihkan Ekspor ke Eropa hingga Australia
-
Tarif Resiprokal Trump Bisa Picu Gelombang PHK Massal