Krisis Chip Semi Konduktor, Toyota Pangkas Produksi Mobil
Toyota menyebut memangkas produkksi hingga 100 ribu unit bulan depan karena kekurangan pasokan chip semikonduktor. Masalah suplai chip diprediksi akan terasa sampai beberapa bulan ke depan.
BUKAMATA - Masalah kekurangan pasokan chip semikonduktor yang dialami perusahaan-perusahaan otomotif terus berlarut dan sudah memasuki tahun kedua.

Setelah prosuden mobil Renault memutus menghentikan produksi sementara akibat masalah ini, Raksasa otomotif Toyota juga terpaksa berencana memangkas target produksi.
Toyota menyebut memangkas produkksi hingga 100 ribu unit bulan depan karena kekurangan pasokan chip semikonduktor. Masalah suplai chip diprediksi akan terasa sampai beberapa bulan ke depan.
Toyota khawatir masalah pasokan chip semikonduktor akan dirasakan sejumlah pabrik produksi secara global hingga tahun depan.
Mengutip Autonews, Jumat (23/9/2022), Perusahaan terus berusaha menutupi jumlah unit yang hilang karena terkendala pasokan chip. Bulan lalu, perusahaan mengklaim ingin memproduksi sebanyak 900 ribu unit mobil per bulan mulai September hingga November.
Krisis chip dirasa tidak memungkinkan setelah melihat pencapaian September tembus 850 ribu unit dan bulan depan diprediksi hanya 800 ribu unit. Untuk menutupi kekurangan produksi, perusahaan harus memproduksi 1,05 juta unit pada November 2022
Kendati demikian, Toyota berusaha mencapai volume produksi 9,7 juta unit mobil [Toyota dan Lexus] pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2023.
Kesulitan mendapat chip ini sangat memengaruhi pabrik mobil Toyota di Jepang. Toyota RAV4, Camry, Crown dan GR Yaris merupakan model kendaraan yang paling terdampak krisis chip yang telah terjadi 1 tahun terakhir.
Di samping itu, merek premium Lexus akan mengalami keterlambatan pengiriman untuk model LC, IS, RC, ES dan CT serta crossover UX, NX dan RX dan SUV GX.
Dalam enam bulan pertama tahun ini, produksi Toyota grup, termasuk Daihatsu dan truk Hino mengalami penurunan 3,8 persen dari tahun sebelumnya menjadi 5,1 juta kendaraan.
Produksi Toyota dan Lexus turun 3,5 persen menjadi 4,4 juta, yang berarti target produksi 9,7 juta unit meleset. Produksi mobil di Jepang turun 25 persen, sementara aktivitas pabrik di luar Jepang naik 7,7 persen.
News Feed
Ikatek Unhas Borong Dua Gelar, Tampil Dominan di AAS Cup II 2026
18 Mei 2026 12:03
Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Bungkam Juku Eja di Parepare, Persib Bandung Amankan Tiga Poin Krusial!
17 Mei 2026 21:51
Berita Populer
18 Mei 2026 12:03
18 Mei 2026 12:09
