Hikmah
Hikmah

Rabu, 21 September 2022 12:09

Setelah Terra Luna 'Mati', Penciptanya Jadi Buronan Kejaksaan Korea

Setelah Terra Luna 'Mati', Penciptanya Jadi Buronan Kejaksaan Korea

Jaksa Korea Selatan bahkan telah meminta Interpol untuk mengeluarkan red notice untuk Do Kwon.

BUKAMATA - Masih ingat dengan mata uang kripto Terra Luna yang diketahui nilai tukar nya anjlok nyaris tidak berharga dalam semalam?

Aset kripto Terra Luna hancur lebur hanya dalam sepekan pada Mei 2022 lalu. Aset kripto ini bahkan sempat dibekukan oleh manajemen. Keruntuhannya memicu kerugian lebih dari USD500 miliar.

Banyak investor kehilangan tabungan hidup mereka ketika Luna dan Terra memasuki spiral kematian. Pihak berwenang Korea Selatan telah membuka banyak penyelidikan kriminal atas tragedi ini.

Pencipta mata uang kripto yang membuat banyak investornya ini bangkrut  Do Kwon menjadi buronan.

Jaksa Korea Selatan bahkan telah meminta Interpol untuk mengeluarkan red notice untuk Do Kwon

Red notice Interpol merupakan seruan kepada penegak hukum di seluruh dunia. Penegak hukum dapat mencegah seseorang untuk mendapatkan visa, membatasi perjalanan lintas batas, dan dapat menahan sementara seseorang yang menunggu ekstradisi, penyerahan, atau tindakan hukum serupa.

Dilansir dari TechCrunch, Rabu (21/9), Jaksa mengatakan Kwon menolak bekerja sama dengan penyelidik yang mengungkap penyebab keruntuhan nilai mata uang kriptonya hingga senilai USD40 miliar atau setara Rp600,9 triliun (asumsi kurs Rp15.023 per dolar AS).

Jaksa Korea Selatan menuduh Kwon melakukan penipuan keuangan. Oleh karena itu, Jaksa telah meminta Kementerian Luar Negeri Seoul untuk mencabut paspor Kwon. Jaksa juga mengklaim memiliki bukti tidak langsung bahwa Kwon berusaha melarikan diri.

Meski demikian, Kwon membantah dirinya kabur. Namun, ia juga tidak mengungkapkan di mana keberadaan dirinya.

"Saya 'tidak dalam pelarian' atau yang serupa. Untuk agensi mana pun yang telah menunjukkan minat untuk berkomunikasi, kami bekerja sama penuh dan kami tidak menyembunyikan apa pun," ungkapnya dalam sebuah tweet.

Kwon mengklaim pihaknya dalam proses pembelaan hukum. Dan berjanji akan memberikan klarifikasi dalam beberapa bulan ke depan.

"Kami sedang dalam proses membela diri di berbagai yurisdiksi, dan berharap untuk mengklarifikasi fakta selama beberapa bulan ke depan," kata dia

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Terra Luna #Do kwon