Dewan Desak Pemkot Bentuk Tim Percepatan Pembangunan RS Batua
Ray menilai pembangunan RS ini sudah cukup lama molor, bertahun-tahun. Semestinya menjadi prioritas untuk ikut diselesaikan Pemkot.
MAKASSAR,BUKAMATA - Pembangunan RS Tipe C Makassar berpotensi kembali molor hingga tahun mendatang. Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad menilai diperlukan tim percepatan khusus untuk pembangunan RS ini. Hal ini agar pembangunannya tidak berlarut-larut, kemudian ada masalah hukum yang membelit RS itu sehingga cukup sulit jika hanya diselesaikan oleh satu pihak saja.

"Mudah-mudahan ini bisa dibentuk tim (percepatan), kemudian ini perlu dilihat seberapa besar persentasi kelayakan RS tersebut bisa dilanjutkan," katanya.
Ray menilai pembangunan RS ini sudah cukup lama molor, bertahun-tahun. Semestinya menjadi prioritas untuk ikut diselesaikan Pemkot.
"Sebenarnya sisa kita ini sama-sama mengambil keputusan. Apakah kita akan tetap lanjutkan pembangunan. Sebaiknya proyek besar itu secepatnya dilanjutkan," tutur legislator Demokrat ini.
RS yang sempat merugikan negara sebesar Rp22 milliar itu akan kembali diaudit oleh Dinas Kesehatan untuk kelanjutan pembangunannya.
Kepala Bidang Layanan Kesehatan dr Andri Arwan Zainuddin mengatakan, pihaknya akan melakukan review terhadap bangunan tua terbengkalai tersebut.
"Kami akan lakukan rapat dengan lintas sektor, dalam hal ini seperti mungkin BPK, Dinas PU, untuk melakukan pertimbangan atau mencari solusi, bagaimana dengan gedung ini sendiri," kata Andri, Senin, (19/9/2022).
Sedangkan untuk audit fisiknya akan dilakukan usai review dilakukan. Hal ini memang penting, Dinas Pendidikan tidak ingin mengambil resiko, mengingat keadaan gedung terbengkalai itu selama bertahun-tahun terus tergerus.
Kualitasnya harus dijamin untuk memastikan penggunaannya kelak aman, agar tidak bermasalah kelak di kemudian hari.
"Jadi tim ahli (audit fisik) itu dari Unhas, dan dinas PU, BPK," tuturnya.
Di samping kondisi gedung yang sudah sangat rapuh, potensi total loss diakui masih menghantui gedung itu. Namun demikian Andri mengaku masih akan bersikap optimis dengan keberlanjutannya.
"Setelah kami diskusi dengan tim ahli, apa yang harus kami lakukan. Kami harus diskusi dulu," sambungnya.
News Feed
Berita Populer
04 Mei 2026 10:55
04 Mei 2026 11:33
04 Mei 2026 10:35
04 Mei 2026 14:41
