Hikmah : Jumat, 09 September 2022 18:32
Direktur Eksekutif Bakornas LKBHMI PB HMI, Syamsumarlin (dok: instagram pribadi Syam Sumarlin: @sem27link)

MAKASSAR,BUKAMATA - Badan Koordinasi Nasional Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (Bakornas LKBHMI) PB HMI meminta pemerintah mengawasi distribusi BBM.

Hal ini agar penyalurannya BBM Bersubsidi bisa tepat sasaran. LKBHMI juga menuding pemerintah hanya menjadikan distribusi BBM tidak tepat sasaran sebagai dalih menaikkan harga BBM bersubsidi. 

"Dalih pemerintah bahwa selama ini subsidi BBM tidak tepat sasaran karena kebanyakan dinikmati orang kaya merupakan dalih pembenar setiap kali menaikkan harga BBM," kata Direktur Eksekutif Bakornas LKBHMI PB HMI, Syamsumarlin, Jumat (9/9/2022).

 

Syam menegaskan pemerintah seharusnya mengawasi dan mengendalikan distribusi BBM subsidi untuk rakyat dan menindak tegas mafianya dari skala terkecil hingga skala terbesar, bukan malah menaikkan harga BBM.

 

Menurut dia, keputusan menaikkan harga bahan bakar itu dikhawatirkan akan meningkatkan angka kriminalitas dan konflik sosial.

 

"Kebijakan tersebut juga dapat berdampak terhadap meningkatnya konflik sosial dan angka kriminalitas di masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah secara resmi memanaikkan harga BBM subsidi. Hal tersebut diumumkan langsung Presiden Joko Widodo.

“Mestinya uang negara itu diprioritaskan untuk subsidi masyarakat yang kurang mampu. Dan pemerintah saat ini harus buat keputusan dalam situasi sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM,” kata Jokowi, Sabtu (3/9)

“Sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini dapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” tegas Jokowi

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Arifin Tasrif merinci harga BBM yang naik.

“Hari ini 3 september, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM Subsidi,” kata Arifin Tasrif.

Pertalite dari harga 7.650 per liter menjadi 10.000 per liter. Kemudian Solar subsidi dari 5150 jadi 6800 per liter. Pertamax non subsidi dari 12.500 jadi 14.500 per liter.

Sinyal kenaikan harga BBM subsidi sudah bergema sejak beberapa pekan terakhir karena proyeksi kuota APBN 2022 jebol akhir tahun.